Tak Sabar Nonton A Man Called Ahok, Nobar KBM Kepri Bagikan Free Merchandise

Kim Nam yang antipati terhadap praktik korupsi di Belitung menginginkan Ahok menjadi dokter. Namun Ahok memiliki cita-cita berbeda

Tak Sabar Nonton A Man Called Ahok, Nobar KBM Kepri Bagikan Free Merchandise
a man called ahok 

TRIBUNBATAM.ID - Warga Batam seakan tak sabar untuk menonton film A Man Called Ahok yang sudah mulai tayang pada Kamis (08/11/2018).

Ratusan warga, terutama pengagum Basuki Thahaja Purnama alias Ahok, antusias memesan tiket untuk bisa nonton bareng dalam pemutaran A Man Called Ahok di Batam pada Jumat (09/11/2018) di CGV Blitz Kepri Mall mulai pukul 19.00 WIB.

Diperoleh keterangan, acara Nobar & Meet and Great Komunitas Banteng Muda (KBM) Kepulauan Riau itu hingga Rabu (07/11) telah mendapatkan sambutan yang besar dari kawula muda, terutama komunitas KBM.

Baca: Video Teaser Film A Man Called Ahok. Lihat Gaya Daniel Mananta Ahok Marah-marah

Baca: Sutradara Sebut Film A Man Called Ahok Paling Seru

Sekretaris DPD KBM Kepulauan Riau, Rohmat Sugito kepada Tribunbatam.id, Rabu malam mengungkapkan, pada intinya KBM mengajak generasi muda lebih menghargai perfilman Indonesia.

Lebih dari itu, dari fim tersebut juga dapat mengambil hal-hal positif dari film A Man Called Ahok. “Kita tahu mencari orang lurus seperti Ahok susah di Indonesia,” katanya.

Ahok sendiri sampai saat ini masih menjalani masa pidana dalam kasus penodaan agama. Diperkirakan beberapa bulan ke depan segera bebas.

Mengenai film A Man Called Ahok ini bercerita mengenai kehidupan Ahok kecil di Gantong, Belitung Timur hingga ia menjabat sebagai Bupati Belitung Timur pada 2005.

Ahok merupakan anak sulung dari 5 bersaudara ini hidup bahagia dan tidak kekurangan karena bisnis ayahnya. Bisnis Kim Nam di bidang pertambangan baik-baik saja, hingga dia harus berhadapan dengan praktik korupsi dan tidak mau memberi “upeti” pada oknum tertentu, sehingga bisnisanya mengalami kemunduran.

Kim Nam yang antipati terhadap praktik korupsi di Belitung menginginkan Ahok menjadi dokter. Namun Ahok memiliki cita-cita berbeda sehingga membuat hubungan keduanya menjadi renggang.

Bahkan dalam film ini diceritakan Ahok akhirnya memutuskan terjun ke dunia politik.

Halaman
123
Penulis: Purwoko
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved