Terjerat Pinjaman Online Hingga Mau Jual Organ Tubuh dan Bunuh Diri, Bisa Mengadu ke LBH Jakarta

Seiring meningkatnya penggunaan smartphone, meningkat pula penggunaan beragam aplikasi, termasuk aplikasi Fintech

Terjerat Pinjaman Online Hingga Mau Jual Organ Tubuh dan Bunuh Diri, Bisa Mengadu ke LBH Jakarta
orrick
Ilustrasi Fintech 

TRIBUNBATAM.id - Seiring meningkatnya penggunaan smartphone, meningkat pula penggunaan beragam aplikasi, termasuk aplikasi Fintech (Financial Technology).

Namun di Indonesia, ada penyimpangan dalam perkembangan Fintech, di mana berkembang banyak layanan pinjaman online.

Proses pendaftaran hingga pengecekan dilakukan secara online lewat smartphone, sehingga pinjaman bisa disetujui dengan cepat.

Bahkan ada aplikasi pinjaman online yang mengklaim bisa menyetujui pinjaman hanya dalam 15 menit saja.

Namun kemudahan pinjaman itu kini sudah banyak membawa korban.

Makin banyak peminjam online yang terjerat hutang karena tak sanggup membayar cicilan dengan bunga yang sangat besar.

Berbeda dengan pinjaman atau kredit mobil yang biasanya didatangi Debt Collector saat menunggak cicilan, ternyata bagian penagihan pinjaman online ini bertindak mempermalukan peminjam.

Saat proses pengecekan profil peminjam, semua data kontak di phonebook disalin, dan daftar itulah yang diberitahukan dan ditagih jika peminjam menunggak cicilan.

Tagihan dan teror yang disebar ke pihak lain itu, membuat peminjam stress, frustasi bahkan kena PHK karena meneror ke kantornya.

Posko Pengaduan Korban Pinjaman Online

Halaman
1234
Editor: Rio Batubara
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved