BATAM TERKINI

Cacat Total Dapat Klaim Rp 50 Juta, Satlantas dan Jasaraharja Sosialisasi ke Pekerja

untuk biaya pengobatan, berdasarkan peraturan Menteri Keuangan yang terakhir maksimal Rp 20 juta dari sebelumnya Rp 10 juta,

Cacat Total Dapat Klaim Rp 50 Juta, Satlantas dan Jasaraharja Sosialisasi ke Pekerja
TRIBUNBATAM/ALFANDI SIMAMORA
Sejumlah karyawan dari beberapa perusahaan saat diminta maju ke depan di acara sosialisasi Kepolisian Satlantas Polda Kepri 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Kepolisian Satlantas Polda Kepri mengadakan Sosialisasi Regident Ranmor dan Pengemudi serta Peningkatan Pelayanan Publik dan Kemampuan Kompetensi Surat Izin Mengemudi (SIM) di halaman MPH Batamindo, Batam.

Dalam kegiatan ini juga membahas terkait database kepolisian untuk menjadikan database kepolisian yang terpercaya berbasis IT.

Kasi BPKB Subdit Regident Ditlantas Polda Kepri, Kompol Sujoko menuturkan, kegiatan bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui tentang mekanisme tata cara bagaimana mengurus BPKB STNK dan aturan berkendara serta masih banyak yang terkait dengan masalah kendaraan maupun BPKB.

Untuk sosialisasi saat ini diarahkan kepada para pekerja di kawasan Batamindo yang mewakili dari setiap perusahaan masing-masing yang ada di kawasan Batamindo. Diharapkan kegiatan ini berguna bagi para pekerja di tengah adanya sosialisasi ini.

"Seperti tadi ada beberapa pekerja yang bertanya terkait dengan pelayanan dalam mengurus BPKB dan SIM serta pelayanan lainya terkait berlalulintas,"terangnya.

Kepala Unit Operasional Jasaraharja Cab Kepri, Masna Firles menuturkan,Batam Kota dengan angka kecelakaan terbesar Nasional Pemerintah naikan santunan jasa raharja berdasarkan peraturan Menteri Keuangan tahun 2017 nomor 15 dan 16.

"Nah untuk biaya pengobatan, berdasarkan peraturan Menteri Keuangan yang terakhir maksimal Rp 20 juta dari sebelumnya Rp 10 juta, untuk cacat total maksimal Rp 50 juta berdasarkan nilai cacatnya,"ungkapnya.

Dia juga menambahkan, untuk klaim pembayaran awal Januari-Oktober tahun 2018 sebesar Rp 12 miliar. Sedangkan untuk korban meninggal dunia dibayarkan kurang lebih Rp 5,7 miliar.

Baca: KUA PPAS 2019 Disepakati Rp 2,8 Triliun, Nota Kesepakatan Berpotensi Cacat Hukum

Baca: Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat, Urus UWT dan IPH Bisa Lewat Mobil Keliling BP Batam

Baca: Inilah 12 Alasan Kenapa Anda Harus Bercinta Setiap Hari. Salah Satunya Bikin Anda Lebih Muda

Baca: Persaingan Caleg di Batam Makin Sengit, 691 Orang Bertarung Rebut 50 Kursi

"Sementara sisanya diluka akibat kecelakaan, untuk cacat tetap baru Rp 75 juta paling banyak santunan korban luka di angka Rp 6 miliar lebih,"terangnya.

Masna menyebut 58 persen penerima santunan Jasaraharja yaitu pengendara sepeda motor. Usia produktif diantara 14 sampai dengan 39 tahun yaitu paling banyak sekitar 40-42 persen.

"Sedangkan untuk anak di bawah umur pada prinsipnya proses hukum tetap berjalan di kepolisian sedangkan untuk santunan Jasaraharja akan tetap memberikan santunan tanpa memperhatikan proses hukumnya,"jelasnya.

Sedangkan bagi Anda maupun kerabat yang mengalami musibah kecelakaan, Jasa Raharja tidak memberikan santunan bagi korban kecelakaan tunggal.

Mengapa demikian, Harry Wahyutomo Bidang PKBL Jasa Raharja Batam menyampaikan, korban kecelakaan yang mendapat santunan tidak laka tunggal. Harus dua atau lebih kendaraan yang terlibat laka.

"Aturan yang sudah mengatur kebijakan itu. Apakah melihat umur. Mau umur berapa saja kalau korban laka yang melibatkan dua kendaraan atau lebih pasti kami berikan santunan," ucapnya usai menjadi pemateri dialog kampanye keselamatan berlalulintas di hotel Golden View Batam.(als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved