BATAM TERKINI

Rekomendasi Kenaikan UMK Batam 2019, Apindo Sanggup 5 Persen

kesanggupan pengusaha dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang hanya tumbuh sekitar 4%, terakhir Triwulan III 3,7% bagi pengusaha itu cukup berat

Rekomendasi Kenaikan UMK Batam 2019, Apindo Sanggup 5 Persen
TRIBUNBATAM
Tribun Batam edisi Kamis 8 November 2018 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) hanya menyanggupi mengajukan kenaikan UMK kota Batam 2019 sebesar 5 persen. Hal itu berdasarkan beberapa pertimbangan yang selama ini dirasakan pengusaha di Batam.

Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid menjelaskan, faktor utama yang mempengaruhi adalah faktor pertumbuhan ekonomi di Kota Batam.

"Jadi kan kemarin itu sudah kumpulkan, informasi kesanggupan pengusaha dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang hanya tumbuh sekitar 4%, terakhir Triwulan III 3,7% bagi pengusaha itu cukup berat untuk membayar kenaikan UMK cukup besar," jelas Rafki kepada Tribun, Rabu (7/11/2018).

Hal itu sekaligus menjelaskan mengenai adanya beberapa versi UMK 2019 yang kini masih menunggu rekomendasi. Dalam rapat yang digelar oleh pihak terkait Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam telah mengajukan rekomendasi kepada Walikota Batam melalui Disnaker Batam bahwa ada tiga versi nilai UMK 2019.

Ketiga versi itu yaitu versi pemerintah sebesar Rp 3,806.358, dari pengusaha Rp 3.699.598 dan dari asosiasi buruh Rp 4.228.112.

Ditambahkan Rafki, secara umum ada dua faktor yang membuat APINDO mempertimbangkan soal kenaikan UMK tahun 2019 itu.

Selain soal pertumbuhan, faktor kedua yang mempengaruhi adalah kesanggupan pemerintah dalam menaikkan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Kemampuan pemerintah menaikkan gaji ASN. Gaji ASN yang diumumkan pemerintah hanya naik 5%. Ketika pemerintah hanya sanggup menaikkan 5% kenapa pengusaha harus dibebankan 8,03 persen," ujarnya lagi.

Baca: Belum Ada Kata Sepakat, Ini Tiga Versi Usulan Nilai UMK Batam 2019

Baca: Berharap Naik 20 Persen, Puluhan Anggota Aliansi Serikat Pekerja Kawal Rapat UMK 2019

Baca: Hasil Liga Champion Manchester City vs Shakhtar Donets - City Pesta Gol, Gabriel Jesus Hattrick

Sewaktu rapat internal, Apindo juga mengaku ada beberapa pengusaha yang keberatan menaikkan UMK dikarenakan pertumbuhan ekonomi yang dianggap masih cukup berat mengikuti rumus penghitungan UMK.

"Ada rapat internal dengan DPK dan anggota juga. Selama masa rapat ada juga yang mengatakan tidak sanggup jika naik tahun ini, dengan kondisi ekonomi yang ada selama dua tahun ini
tahun lalu kan pertumbuhan ekonomi 2%, sementara ini baru mulai bangkit hampir 4% ," tambah Rafki.

Meskipun merasa berat, Rafki menghimbau kepada anggota Apindo lainnya untuk mematuhi aturan pemerintah.

"Apapun keputusan pemerintah, Apindo tetap akan menghimbau kepada anggota untuk mematuhi aturan itu walaupun berat. Kita tawarkan sesuai kemampuan pemerintah menaikkan gaji ASN," tutupnya.
Menangapi hal ini, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam (Kadisnaker), Rudi Sakyakirti mengungkapkan pihaknya hanya menampung usulan saja. Perihal besar kecilnya usulan kenaikan UMK, ia enggan berkomentar.

"Di Dewan Pengupahan sudah dibahas semua. Saya selaku ketua Dewan Pengupahan itulah hasil rapatnya," kata Rudi kepada TRIBUNBATAM.id, Rabu (7/11/2018).

Setelah itu pihaknya akan menyerahkan kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi yang selanjutnya diserahkan kepada Provinsi Kepulauan Riau, dalam hal ini Gubernur Kepri, Nurdin Basirun.

"Nah tinggal kita tunggu saja hasilnya. Kalau waktunya kapan saya juga tak tahu, Nanti terserah Pak Wali untuk direkomendasikan kepada Gubernur Kepri," katanya.(*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved