TANJUNGPINANG TERKINI

Usia Lelaki Tua Ini Sudah Satu Abad. Namun, Tubuhnya Tetap Tegap. Ada yang Unik dari Kakek Ini

Ratusan bungkusan kertas juga bergantungan di sekitar atap rumahnya. Bungkusan itu diikat berjejer sehingga menambah kumuh kondisi rumah

Usia Lelaki Tua Ini Sudah Satu Abad. Namun, Tubuhnya Tetap Tegap. Ada yang Unik dari Kakek Ini
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Domianus saat memberi makan binatang peliharaannya 

TRIBUNBATAM.id TANJUNGPINANG-Lantunan azan magrib mengalun pelan dari Kampung Karang Rejo ketika lelaki tua itu pulang ke rumahnya, Kamis (8/11/2018).

Rambutnya sudah memutih. Namun badannya masih tegap. Dadanya tampak membusung. Bertelanjang dada, lelaki ini menyusuri jalan setapak menuju rumahnya dengan langkah pasti.

Jalan setapak ini mengantarnya ke dalam rimbunan pohon-pohon tinggi. Di bawah rimbunan pohon-pohon, rumahnya yang kumuh itu berdiri.

Rongsokan barang-barang bekas apa saja berserakan di sisi kiri dan kanan pekarangan rumah. Botol-botol plastik dan kaca serta ember kecil bergelantungan di batang-batang pohon.

Ratusan bungkusan kertas juga bergantungan di sekitar atap rumahnya. Bungkusan itu diikat berjejer sehingga menambah kumuh kondisi rumah ketika dipandang mata.

"Itu bungkusan-bungkusan makanan anjing. Saya bawa ke sini lalu ikat di situ," ungkapnya seraya menunjuk jejeran bungkusan kertas plastik tersebut.

Baca: Hari Pahlawan 10 November 2018 - Ini Isi Pidato Bung Tomo yang Membakar Semangat

Baca: Ini Lirik dan Arti Lagu Thailand Wik Wik Wik Ahh Ahh, Cerita Kasih tak Sampai Sepasang Kekasih

Baca: Sempat Hebohkan Batam, Enam Terdakwa Tarian Erotis Dijatuhi Hukuman 7 Bulan Penjara

Baca: Danlanal Tarempa Marah Besar Namanya Dicatut untuk Minta Bantuan. Ini Perintahnya kepada Personel

Belasan binatang peliharaannya langsung menggonggong seakan menyambut kedatangan tuannya. Semua baru diam ketika dia menurunkan barang pikulannya dan memanggil nama bintang itu satu per satu.

Dengan tenang dia mengeluarkan sebungkus plastik hitam dari ember kecil yang dipikulnya. Dia membuka ikatan plastik lalu menuangkan nasi dari dalam plastik itu ke sebuah dalam sebuah panci yang sudah menghitam.

Perlahan-lahan dia menyendok nasi itu dan menaruhnya ke piring-piring kecil yang sudah tergeletak di atas tanah.

"Setiap hari kerja saya hanya mencari makanan anjing. Untuk kerja, saya sudah tidak kuat lagi," ungkap lelaki ini.

Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved