TANJUNGPINANG TERKINI

Usia Lelaki Tua Ini Sudah Satu Abad. Namun, Tubuhnya Tetap Tegap. Ada yang Unik dari Kakek Ini

Ratusan bungkusan kertas juga bergantungan di sekitar atap rumahnya. Bungkusan itu diikat berjejer sehingga menambah kumuh kondisi rumah

Usia Lelaki Tua Ini Sudah Satu Abad. Namun, Tubuhnya Tetap Tegap. Ada yang Unik dari Kakek Ini
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Domianus saat memberi makan binatang peliharaannya 

Tanpa pasangan hidup, lelaki ini menghabiskan hampir seluruh masa hidupnya bersama binatang-binatang peliharaannya. Dia memelihara anjing serta ayam dan jumlahnya mencapai ratusan ekor.

Di balik semuanya itu, dia menunjukkan rasa cintanya pada hewan. Dia hanya memelihara dan tidak pernah membunuh seekor pun hewan peliharaannya tersebut.

Baca: Tidak Hanya Broker Properti, Gudang Mainan Anak Tanpa SNI di Batam Juga Ikut Disegel Ditjen PKTN

Baca: Ratusan Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia Dipulangkan. Ternyata Ini Masalah yang Dihadapi

Baca: Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) Kemendag Segel Broker Rumah di Batam

Baca: Empat Perusahaan Broker Properti di Batam Disegel DJPKTN Kemendang, Hal Ini Jadi Penyebabnya

Bahkan hatinya tidak pernah tergiur ketika beberapa orang hendak membeli binatang-binatang peliharaannya ini. Kalau ada yang ingin membeli, Domianus sengaja mematok harga tinggi agar para pembeli mengurungkan niatnya.

Harga seekor anak anjing misalnya dipatok senilai Rp 1 juta. Apalagi harga seekor anjing yang sudah tumbuh besar, tentu dibuka dengan harga lebih tinggi lagi.

"Mana mau saya bunuh hewan. Biarkan dia mati sendiri. Karena mereka sama dengan saya; tidak mau disakiti," ungkap Domianus seakan membuka sedikit spiritualitas hidupnya.

Meski demikian, Domianus agak berbeda memperlakukan nyamuk dan semut. Dia memilih membunuh bintang-binatang itu karena sangat menggangu hidupnya.

Dia malah menghitung berapa nyamuk yang sudah dibunuhnya. Sebab, nyamuk dianggap bisa mengisap habis darahnya. Bangkai nyamuk itu dimasukkannya ke dalam botol dengan jumlah yang selalu dia ingat.

"Dulu waktu tinggal di Mekar Sari, saya bunuh sekitar 15.000 nyamuk. Sekarang di sini, saya sudah bunuh sekitar 5.000 nyamuk. Semuanya ada dalam botol. Saya simpan," tuturnya.

Domianus memang selalu hidup berpindah-pindah. Awalnya dia tinggal di sekitar daerah Mekar Sari, tidak jauh dari Bandara RHF Tanjungpinang.

Namun, dia akhirnya pindah lagi ke rumahnya yang sekarang, di lahan milik Pramuka Bintan, masih berada di lokasi Kampung Mekar Sari, tetapi lebih dekat ke Kampung Karang Rejo. Sebab, pemilik tanah yang dijaga justru menjual lahan tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Thom Limahekin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved