BATAM TERKINI

Dewan Pengupahan Rekomendasikan Enam Sektor Unggulan, Apindo Tolak Teken Pembahasan UMSK

Disnaker Kota Batam bersama Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam dan Asosiasi Pengusaha serta pekerja gelar rapat kedua dalam pembahasan sektor unggulan.

Dewan Pengupahan Rekomendasikan Enam Sektor Unggulan, Apindo Tolak Teken Pembahasan UMSK
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Aksi Buruh di Batam Centre, Selasa, 1 Mei 2018 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Disnaker Kota Batam bersama Dewan Pengupahan Kota (DPK) Batam dan Asosiasi Pengusaha serta pekerja gelar rapat kedua dalam pembahasan sektor unggulan Upah Minimum Sektoral (UMSK) tahun 2019, Kamis (8/11).

Adapun sektor unggulan dari hasil pertemuan Kamis (8/11) kemarin. Bahwa sektor unggulan yang di usulkan DPK pada pertemuan itu seperti tahun lalu.

Ada enam sektor unggulan yang diusulkan atau direkomemdasikan pada rapat tersebut, yaitu I. Sektor kimia, karet dan plastik. II. Sektor elektronik dan Listrik. III. Sektor Industri mesin dan perlengkapannya, IV. Sektor jasa perhotelan, V. Sektor indutri perternakan dan yang ke VI. Sektor aneka Industri.

"Keenam sektor yang diusulkan ini adalah hasil rapat yang digelar kemarin, namun pihak Apindo Batam dari unsur pengusaha tidak setuju dengan usulan tersebut dan tidak menandatangani,"terang Wakil Ketua DPK Batam, Bambang Satriawan, Jumat (9/11/2018).

Baca: Simpan 438 Gram Sabu di Dalam Perut, Tiga Pelaku Dijanjikan Dapat Upah Rp 20 Juta per Orang

Baca: Linda Terkejut Lihat Sobatnya Nur Huda Gantung Diri di Rumahnya.Polisi Selidiki Penyebabnya

Baca: Ulah Intel di Kasus Bendera Habib Rizieq, Begini Respon Novel Bamukmin saat Ditantang Guntur Romli

Sementara dari pihak asosiasi serikat pekerja pada rapat tersebut menandatangani usulan sejumlah sektor unggulan UMSK tahun 2019 tersebut.

Jadi hanya dari pihak pengusaha dalam arti Apindo Batam tidak sepakat menentukan sektor unggulan.Usulan ini nanti akan diberikan kepada asosiasi serikat pekerja dan pengusaha.

"Nah nanti merekalah yang menetapkan berapa besaran UMSK 2019, sementara kami dari DPK tidak menentukan berapa nilainya. Kami cuma mengusulkan apa-apa saja yang menjadi sektor unggulan dan asosiasi pengusaha bersama asosiasi pekerja yang akan menentukan secara bipartit,"ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid menuturkan, bahwa pada rapat yang digelar kemarin, pihaknya enggan menandatangi penetapan sektor unggulan, karena DPK Batam tidak menampilkan data sektor unggulan.

"Kemarin pada waktu rapat dengan DPK, kita tidak mau tandatangan berita acara, karena dasarnya untuk menghitung UMSK tidak ditampilkan oleh DPK,"tuturnya.

Menurut Rafki sektor unggulan yang diusulkan tidak berdasarkan data dan informasi yang valid.
"Karena menurut kita sektor unggulan yang diusulkan DPK itu tidak sesuai data dan informasi yang ada dalam peraturan menteri tenaga kerja nomor 77 tahun 2015, jadi kita anggap tidak sah,"jelasnya. (*)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved