LION AIR JATUH

Hasil Data Black Box, Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Miring 20 Derajat. KNKT Kini Buru CVR

Ada perbedaan sensor AOA pada pilot dan kopilot pesawat Lion Air. Akibatnya, penunjuk kecepatan di pesawat Lion Air menjadi tidak akurat.

Hasil Data Black Box, Pesawat Lion Air PK-LQP JT610 Miring 20 Derajat. KNKT Kini Buru CVR
Tribunnews.com/Gerard Leonardo Agustino
Satu mesin pesawat Lion Air PK-LQP berhasil diangkat dari lokasi jatuhnya pesawat. 

TRIBUNBATAM.id - Berdasarkan hasil analisis Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terhadap flight data recorder (FDR), diketahui bahwa ada kerusakan penunjuk kecepatan atau air speed indicator pada empat penerbangan terakhir pesawat Lion Air PK-LQP.

Diketahui, pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 itu jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10/2018) lalu.

Menurut invesitigasi KNKT, pada penerbangan pesawat Lion Air dari Denpasar ke Jakarta, tercatat adanya perbedaan angle of attack (AOA) atau indikator penunjuk sikap pesawat terhadap arah aliran udara.

Sebelumnya tercatat ada perbedaan sensor AOA pada pilot dan kopilot pesawat Lion Air. Akibatnya, penunjuk kecepatan di pesawat Lion Air menjadi tidak akurat.

Baca: Begini Fakta-fakta Dibalik Kejadian Lion Air Tabrak Tiang Lampu di Bengkulu, Sayap Pesawat Robek

Baca: Lion Air Minta Maaf hingga Petugas AMC Diperiksa, Ini 4 Fakta Insiden Sayap Lion Air JT633 Robek

Baca: Ikut Evakuasi Korban Lion Air PK-LQP JT610, Agus Sulaiman: Saya Hanya Bisa Menangis di Dalam Air

Baca: Kepala Basarnas Menangis di Hadapan Keluarga Korban Lion Air PK-LQP : Nggak Kuat Saya!

"Pada penerbangan dari Denpasar ke Jakarta muncul perbedaan penunjukkan AOA, yang mana AOA sebelah kiri berbeda atau lebih 20 derajat dibanding sebelah kanan," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono di gedung KNKT, Jakarta, Rabu (7/11).

Kini, sensor AOA yang telah dilepas itu sudah dibawa ke kantor KNKT untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan di pabrik produsen komponen tersebut di Chicago, Amerika Serikat.

Sementara itu, Kepala Subkomite Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengungkapkan, kerusakan AOA ini merupakan salah satu masalah yang muncul di kokpit.

Ini menjadi alasan pendorong KNKT untuk segera menemukan cockpit voice recorder (CVR) pesawat Boeing 737 MAX 8 tersebut.

"Kita butuh mendengarkan diskusi mereka apa, bagaimana mereka mengambil keputusan dan bagaimana koordinasi kokpit. Ini yang sangat kita butuhkan dari CVR untuk ditemukan," paparnya.

Terkait strategi pencarian CVR Lion Air, seperti diungkapan Nurcahyo, KNKT tetap menggunakan pinger dan mengerahkan penyelam secara manual untuk menggali lumpur yang menimbun CVR.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved