Jokowi Geram, Sindir Politikus Genderuwo Gentayangan. Samakah dengan Sontoloyo?

Jokowi sempat menyindir politikus yang doyan menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini

Jokowi Geram, Sindir Politikus Genderuwo Gentayangan. Samakah dengan Sontoloyo?
tribunnews
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNBATAM.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tampaknya geram dengan ulah politisi yang kian mengabaikan etika berpolitik saat ini. Setelah menyebut banyak politisi sontoloyo bergentayangan, kini Jokowi kembali menyindir politikus yang doyan menebar propaganda menyesatkan.

Saat melakukan kunjungan di Kabupaten Tegal, Jumat (9/11), Jokowi sempat menyindir politikus yang doyan menyebar propaganda dan ketakutan kepada masyarakat di tahun politik ini. Ia menyebutnya sebagai politikus genderuwo.

"Ya politikus gerenduwo itu yang melakukan cara- cara berpolitik dengan propaganda. Menakut- nakuti dan menimbulkan kekhawatiran di masyarakat," kata Jokowi.

Baca: Kadin Tuding Penyegelan Broker Properti dan Gudang Mainan Persaingan Bisnis, Jadi Hubungi Kemendag

Baca: Siap-Siap Kejaksaan Akan Panggil 10 Perusahaan Karena Menunggak BPJS Ketenagakerjaan

Sindiran itu menjadi ramai ditanggapi, terutama dari kubu pasangan Capres Prabowo-Sandi. Tim kampanye Prabowo pun ada yang mengaku keheranan dengan pernyataan-pernyataan Presiden Jokowi akhir-akhir ini.

Dalam pernyataannya kemarin, Jokowi mengemukakan saat ini banyak politikus yang sering melontarkan pernyataan-pernyataan yang menakutkan dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Coba lihat politik dengan propaganda menakutkan. Membuat takut dan kekhawatiran. Setelah itu membuat sebuah ketidakpastian. Kemudian menjadi keragu raguan di masyarakat," ucapnya usai peresmian tol.

Menurutnya, cara berpolitik semacam itu bukanlah berpolitik yang beretika. Masyarakat digiring ke arah ketakutan sehingga terkesan kondisi Indonesia mencekam. Cara berpolitik seperti itu dikatakan dapat memecah persatuan bangsa. Sehingga, Jokowi menegaskan masyarakat harus bisa berpikir kritis dan pintar dalam menghadapi situasi."Cara berpolitik seperti ini jangan diteruskan lah. Stop," tegas mantan Wali Kota Solo itu.

Ia harapkan politik di Indonesia penuh dengan kegembiraan dan kesenangan, bukan ketakutan. "Namanya juga pesta demokrasi, yang namanya pesta itu penuh dengan kegembiraan. Biarkan masyarakat dengan kematangan politiknya memberikan suara untuk memilih," ujarnya.

Jokowi mengatakan harus ada hijrah sikap saat tahun politik ini. Hijrah dari pesimisme ke optimisme, hijrah dari kegaduhan ke persatuan dan kerukunan.

Ketika ditanya siapa politikus yang dimaksud, Jokowi hanya tersenyum dan mengatakan sambil lalu, "Ya dicari aja politikusnya," kata dia.

Halaman
123
Editor: Purwoko
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved