BATAM TERKINI

Simpan Sabu di Dalam Perut, Tiga Pelaku Diamankan di Bandara Batam saat Mau Terbang ke Lombok

"Barang ini akan diselundupkan ke Lombok. Dua orang yang membawa barang, satu lagi atas nama Novika adalah orang yang mengarahkan.

Simpan Sabu di Dalam Perut, Tiga Pelaku Diamankan di Bandara Batam saat Mau Terbang ke Lombok
TRIBUNBATAM/EKO SETIAWAN
Tiga tersangka penyeludupan sabu saat di eskpos Satnarkoba Polresta Barelang, Jumat (9/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM-Sebanyak 438 gram sabu gagal diseludupkan tiga pelaku yang akan dibawa ke Lombok melalui Bandara Hang Nadim Batam.

Petugas Bea dan Cukai (BC) Batam yang bertugas di Bandara Hang Nadim Batam menaruh curiga dengan dua lelaki yang melewati x-tray.

Kedua pria itu kemudian di retogen, dan diketahui ada benda aneh yang berada di dalam perut kedua pelaku. Setelah dikeluarkan, diketahui kalau benda aneh itu adalah narkoba jenis sabu. Kasus ini kemudian dilimpahkan ke Satuan Reserse Narkoba (Satreanarkoba) Polresta Barelang.

Kasat Narkoba Polresta Barelang AKP Abdurahman mengatakan, dari tiga orang pelaku, salah satunya merupakan warga negara asing (WNA), mereka yakni Budi Hartono, Novika dan seorang WNA bernama M Yusri.

"Barang ini akan diselundupkan ke Lombok. Dua orang yang membawa barang, satu lagi atas nama Novika adalah orang yang mengarahkan. Namun mereka semua hendak berangkat ke Lombok," sebutnya.

Baca: Apindo Enggan Tandatangan Hasil Rapat DPK Batam. Berikut Enam Sektor UMSK 2019 yang Diusulkan

Baca: Apindo Enggan Tandatangan Hasil Rapat DPK Batam. Berikut Enam Sektor UMSK 2019 yang Diusulkan

Baca: Sekali Merampok Dapat 13 Miliar, Pria Ini Ditangkap Polisi Gegara Beli Mobil Ferrari

Baca: Seorang Pria Ditembak hingga Kritis Setelah Nekat Bakar Truk dan Tikam 3 Orang di Pinggir Jalan

Modus yang dilakukan para tersngka ini menyelundupkan sabu dengan cara masukkan ke dalam perut melalui anus. Namun saat melintasi mesin x-ray, petugas curiga dan akhirnya memeriksa kedua pria itu.

"Barang bukti yang kita amankan sebanyak 438 gram sabu dari dua tersangka ini. Sedangkan yang perempuan hanya mengarahkan saja," lanjutnya.

Sementara itu, Novika mengaku kalau barang tersebut didapat dari Aseng warga Tanjungpinang. Saat ini, petugas masih melakukan pengembangan terkait keberadaan Aseng.

Untuk sekali membawa barang keluar dari Batam, masing-masing pelaku di upah Rp 20 juta. Menurut salah satu dari pelaku sudah dua kali meloloskan barang haram tersebut dari Batam.(koe)

Penulis:
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved