BATAM TERKINI

Wawako Batam Ungkap Kenapa Warga Bayar Rp 50 Ribu Per Paket Sembako Padahal Disiapkan Rp 7,6 Miliar

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan, kebijakan penetapan harga sembako murah senilai Rp 50 ribu perpaket sudah memiliki aturan teknis.

Wawako Batam Ungkap Kenapa Warga Bayar Rp 50 Ribu Per Paket Sembako Padahal Disiapkan Rp 7,6 Miliar
TRIBUNBATAM.id/DEWANGGA RUDI SERPARA
Ilustrasi bazar sembako 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad mengungkapkan, kebijakan penetapan harga sembako murah senilai Rp 50 ribu per paket sudah memiliki aturan teknis.

"Kalau soal pembayaran Rp 50 ribu per paket itu sudah teknisnya," katanya.

Sebelumnya, anggota DPRD Batam menyoroti kebijakan terkait penganggaran bazar sembako yang setiap tahunnya dianggarkan Rp 7,6 miliar, namun masyarakat masih harus membayar Rp 50 ribu setiap paket.

Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan masyarakat terkait dana hasil penjualan sembako yang disampaikan pada beberapa anggota DPRD kota Batam. Masyarakat meminta Pemerintah Kota Batam untuk menjelaskan dana hasil penjualan sembako murah.

"Masyarakat membayar Rp 50 ribu per paketnya. Padahal sudah dianggarkan. Pengembalian dari uang 50 ribu per paket, kemana?," ujar Anggota Banggar DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, Rabu (7/11/2018) lalu.

Baca: DPRD Batam Khawatir Bazar Sembako Murah Dipolitisasi, Ini Tanggapan Wakil Walikota Batam

Baca: INFO CPNS 2018 - Diminta Revisi Standar Passing Grade SKD CPNS 2018, Ini Jawaban Kemenpan RB

Baca: Pelaku Sabet Pakai Golok & Kejar Polisi, Begini Kronologis Penyerangan Mapolsek Penjaringan Jakarta

Udin menilai Pemko Batam kurang melakukan pengawasan dalam kegiatan sembako murah ini.

Tak hanya itu, pembagian kupon sembako murah juga diminta diperjelas Pemko Batam.

Seharusnya pembagian melewati Lurah selanjutnya RT dan RW. Namun selama ini tertutup. Pembagian kupon itu juga sebenarnya harus dipublis kepada masyarakat.

Selama ini dinilai, pembagian tidak jelas, karena ada satu RT hanya dapat 5 kupon.

"Kalau dianggarkan, dua ribu paket per kelurahan, ada RT yang hanya dapat lima kupon. Jadinya kita bulan-bulanan masyarakat, karena banyak yang mengadu tidak dapat," tuturnya. (*)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved