Mayat Tubuh Terbakar di Bantul Dikremasi Sendiri oleh Pasangan. Pelaku Ditetapkan Tersangka

Berdalih tidak mampu melakukan pemakaman dengan cara kremasi, NR warga Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, membakar mayat pria pasangannya

Mayat Tubuh Terbakar di Bantul Dikremasi Sendiri oleh Pasangan. Pelaku Ditetapkan Tersangka
Kompas.com/Markus Yuwono
Lokasi warga menemukan sesosok mayat sebagian tubuhnya terbakar di Kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta. (Kompas.com/Markus Yuwono) 

TRIBUNBATAM.id - Berdalih tidak mampu melakukan pemakaman dengan cara kremasi, NR (32) warga Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, membakar mayat pria pasangan tidak resmi, I Gede Suka Negara (52) yang ditemukan warga di Dusun Karanganyar, Desa Srigading, Kecamatan Sanden Rabu (7/11/2018).

Ia tak sendiri, tetapi mengajak JR anaknya yang berusia di bawah umur.

"Pernah dirawat di rumah sakit Hardjolukito, tapi karena tak punya biaya kemudian pulang. Sebelum meninggal pun sempat akan dibawa ke rumah sakit, tapi terlanjur meninggal,"kata KBO Reskrim Polres Bantul, Iptu Muji Suharjo, saat konferensi pers di Mapolres Bantul, Sabtu (10/11/2018).

I Gede meninggal Selasa (6/7/2018), NR kemudian mencoba mencari informasi mengenai harga kremasi. Diketahui, harganya cukup mahal. Kemudian, dia bersama anaknya berinisiatif melakukan sendiri, dengan hanya memakai sekitar 3 liter bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite.

Tersangka membawa mayatnya ke Bumi Perkemahan Karanganyar, Gadingharjo, Kecamatan Sanden.

Ia memilih lokasi itu ini lantaran sang anak pernah kemah di sana. Mayat korban yang meninggal karena penyakit diabetes digulung memakai kasur.

"Dibakar dengan adat tradisinya. Tapi karena hanya memakai 3 liter pertalite, jenazah tidak menjadi abu. Bekas luka bakar di wajah, selangkangan, dan kaki. Jadi identitasnya masih bisa diketahui,"ucap Muji.

Muji menyampaikan, karena tidak terbakar, mayat korban ditemukan warga dan sempat membuat geger warga. Hasil penyelidikan polisi, keduanya ditangkap di losmen sekitar Kecamatan Kretek.

"Antara korban dan pelaku tinggal serumah tapi tidak ada ikatan. Sudah 1,5 tahun tinggal bersama. Untuk JR, anak kandung dari tersangka. Bukan korban,"katanya.

Dijelaskannya kedua pelaku NR dan JR sudah ditetapkan tersangka. Namun untuk JR karena di bawah umur masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

NR dikenai pasal 170 mengenai secara bersama melakukan tindak pidana kekerasan, dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Serta pasal 181 mengenai upaya menghilangkan mayat seseorang, dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara.

Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Perempuan, Lapas Kelas IIA Wirogunan.

"Keduanya memang sedang ditetapkan sebagai tersangka. Tapi kalau anaknya, JR, masih dalam penyelidikan lebih lanjut karena masih pelajar. Di bawah umur," kata Muji Untuk jenasah I Gede hari ini dikremasi dan akan dibawa oleh keluarga ke Bali.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved