BINTAN TERKINI

Antisipasi Gejolak Harga Jelang Akhir Tahun, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Bintan Apri Sujadi

Berdasarkan laporan diterima Apri, sejak awal November hingga saat ini, harga komoditas penting di pasaran masih relatif terjaga

Antisipasi Gejolak Harga Jelang Akhir Tahun, Ini yang Akan Dilakukan Bupati Bintan Apri Sujadi
TRIBUNBATAM.id/amin
Bupati Bintan Apri Sujadi saat berdialog dengan pedagang di Pasar Desa Teluk Sasah, Seri Kuala Lobam, Minggu (7/10/2018). 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Bupati Bintan Apri Sujadi segera mengumpulkan kepala dinas yang bidang kerjanya terkait ekonomi.

Apri ingin membahas antisipasi ketersediaan pangan dan harga yang menyertainya.

Langkah tersebut merupakan upaya mengantisipasi gejolak harga di tengah situasi nilai tukar sekaligus juga langkah antisipasi situasi akhir tahun.

Baca: BREAKINGNEWS. Kantor Gubernur Papua Diamuk Si Jago Merah Minggu Siang Jam 12.00 WIT

Baca: Siaran Langsung (LIVE) Indosiar Arema FC vs Perseru di Liga 1 2018 Minggu Sore. Kick Off 15.30 WIB

Baca: INFO GEMPA HARI INI - BMKG Catat Gempa 5,5 SR Guncang Maluku Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Thailand vs Malaysia di Final Piala AFF Futsal 2018 - Skor Sementara 1-1

Umum terjadi, setiap masuk waktu akhir tahun harga harga kebutuhan berubah ubah. Penyebabnya biasanya karena permintaan barang meningkat.

"Kita akan kumpulkan beberapa dinas terkait. Kita akan membahas beberapa agenda penting menjelang akhir tahun terutama persoalan komoditas barang kebutuhan di pasaran,"kata Apri, Minggu (11/11/2018).

Berdasarkan laporan diterima Apri, sejak awal November hingga saat ini, harga komoditas penting di pasaran masih relatif terjaga.

Hal itu tentu melegakan di tengah situasi nilai tukar rupiah yang tinggi.

Harga barang cenderung stabil. Yang sedikit menunjukan pergerakan naik ada pada komoditas ayam.

Harga daging ayam cederung naik lagi dari Rp 38 ribu per Kg menjadi Rp 40 ribu per Kg.

"Sejumlah pantauan kita, harga harga masih cukup stabil. Hanya, harga daging ayam naik 2 ribu, sekarang rata rata dijual Rp 40 sekilo. Hal ini lebih disebabkan karena harga pakan ternak naik akibat nilai tukar rupiah,"kata Khairul. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved