Tanjungpinang Terkini

Dokter Yusrizal Memasangkan Abbocath ke Bidan Winda. Ini Ternyata Kegunaan Abbocath

Kasus dokter suntik bidan lebih dari 50 kali di Tanjungpinang terus berguilir

Dokter Yusrizal Memasangkan Abbocath ke Bidan Winda. Ini Ternyata Kegunaan Abbocath
TribunBatam.id/Thomm Limahekin
Mumtaza Noor Ashila 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Kasus dokter suntik bidan lebih dari 50 kali di Tanjungpinang terus berguilir. Setelah rekonstruksi, jajaran Polresta Tanjungpinang terus menyempurnakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Di tengah penanganan kasus dokter suntik bidan 50 kali itu, keluarga dokter Yusrizal dan sang istri memilih buka-bukaan soal kasus yang menghebohkan itu.

Baca: Istri Dokter Yusrizal Buka-bukaan Kasus Dokter Suntik Bidan 50 Kali. Si Bidan Takut Jarum Suntik

Baca: Terkuak! Kasus Dokter Suntik Bidan 50 Kali, Korban Sempat Meracau. Begini Suasananya

Baca: Tiga Jaksa Akan Periksa Dokter Penyuntik Bidan Cantik 56 Kali. Ternyata Yusrizal Dikenakan Pasal Ini

Istri dokter Yusrizal, Mumtaza Noor Ashila didampingi mertua dan keluarga dokter Yusrizal, saat ditemui Tribunbatam.id di Pamedan Tanjungpinang, Minggu (11/11/2018) mengakui bahwa saat itu dokter Yusrizal sudah menyuntikkan vitamin C sebanyak 2 CC.

Ternyata efek samping yang diterima oleh pasien ini berbeda dan dinilainya aneh. Selain lemas, bidan Winda atau bidan bernama lengkap Deatriana Dewanti ini, saat itu juga meracau, bicara tidak karuan.

Mengenai hal lain yang ia ketahui, bahwa bidan Wanti alias bidan Winda saat itu juga takut jarum suntik. Dimungkinkan hal itu juga yang membuatnya kian panik.

Saat itu suasana panik. Dokter Yusrizal langsung menyuntikkan lagi beberapa kali suntikan guna menangani kondisi darurat. Yusrizal mengaku itu dilakukan guna menghindari adanya pembuluh darahnya pecah.

"Kondisi saat itu dikawatirkan pembuluh darahnya mudah pecah. Oleh karenanya dokter Yusrizal memasangkan abbocath untuk mempermudah saat memasukkan cairan. Itu untuk memasukkan vitamin, cairan atau infus. Itu akan lebih mudah," katanya lagi.

Suntikan beberapa kali yang dilakukan itu adalah untuk mencari jalur pembuluh darah vena dengan menggunakan abbocath.

Lantas apa obat yang disuntikkan selanjutnya? Diakuinya Dokter Yusrizal memasukkan cairan obat penenang. Mumtaza tidak membantah obat tersebut sejenis obat bius untuk penenang.

Saat ditanya apa memang tindakan medis dengan memberi obat tersebut dibenarkan, wanita yang juga seorang calon dokter ini menjawab, semua itu memang tujuannya agar membuat pasien lebih tenang.

"Apa yang dilakukan (korban) saat itu membahayakan dirinya sendiri. Mau tidak mau untuk pertolongan itu dilakukan. Setelah obat itu masuk dia lebih tenang dan nafasnya terjaga (stabil)," katanya sambil didampingi mertua dan saudara dokter Yusrizal.(*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved