Ajarkan Anak Menyukai Sains, Sahid Hotel dan Goethe Institut Gelar Science Day

Sejalan dengan program CSR Sahid Hotels di bidang pendidikan yaitu untuk mencerdaskan serta memperkaya pengetahuan anak.

Ajarkan Anak Menyukai Sains, Sahid Hotel dan Goethe Institut Gelar Science Day
ane
Siswa siswi berpose bersama usai mengikuti Sahid Science Day 2018. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sahid Hotels & Resorts untuk ketiga kalinya menjadi mitra hotel Goethe Institut dalam penyelenggaraan acara Science Film Festival yang bertajuk Sahid Science Day 2018.

Sejalan dengan program CSR Sahid Hotels di bidang pendidikan yaitu untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak Indonesia serta memperkaya pengetahuan anak-anak dalam bidang sains.

Sahid sangat antusias dalam mendukung program ini melalui kegiatan sains yang dikemas dengan cara yang lebih mudah, menyenangkan dan menarik untuk membangkitkan ketertarikan anak-anak terhadap sains.

Seorang siswa kelas 7 Sekolah Maitreyawira Batam, Chia Mey mengatakan baru pertama kali ikut dalam science day ini. Ia pun mengatakan sangat excited dalam kegiatan itu.

"Tadi nonton film tentang ayam, soal food revolution. Ternyata banyak yang saya tidak tahu, jadi tahu karena hari ini," ucapnya.

Tema yang diangkat untuk tahun ini sangat menarik yaitu Revolusi Pangan Menghadapi Tantangan 2050. Pemanasan global serta ancaman lingkungan yang terjadi pada faktanya tidak hanya disebabkan oleh moda transportasi melainkan oleh produksi pangan terhadap populasi yang tumbuh pesat.

Trainee administration Goethe Institute, Susan mengatakan food revolution ini sangat berkaitan dengan kehidupan sehari hari masyarakat.

"Setidaknya kami makan sehari tiga kali, berarti makanan ini sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari hari," katanya.

Di Indonesia sendiri efek gas rumah kaca dapat terlihat dari perubahan iklim yang menyebabkan banjir saat musim penghujan dan kekeringan saat musim kemarau.

Sebagian besar faktor yang menyebabkan perubahan iklim adalah tindakan-tindakan yang merusak keseimbangan lingkungan yang sering kali dilakukan oleh manusia, seperti penggundulan hutan tanpa adanya penanaman ulang, pembukaan lahan pertanian baru oleh petani-petani dengan membakar semak-semak, budidaya tanaman yang salah dan lainnya. (*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Rimna Sari Bangun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved