Kasus Bayi 11 Bulan Tewas Diperkosa, Warga Malaysia Marah, Desak Hukuman Mati Tetap Diberlakukan

Kasus penganiayaan dan pemerkosaan terhadap bayi Zara membuat netizen mendesak pemerintah untuk tidak menghapuskan hukuman mati.

Kasus Bayi 11 Bulan Tewas Diperkosa, Warga Malaysia Marah, Desak Hukuman Mati Tetap Diberlakukan
Facebook
Noraihan menggendong anaknya, bayi Zara yang dianiaya dan diperkosa oleh suami pengasuh 

TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Kematian tragis yang dialami oleh bayi berusia 11 bulan bernama Nur Muazara Ulfa Muhammad Zainal alias Zara, memunculkan kemarahan warga Malaysia.

Zara dilaporkan meninggal sunia setelah mendapat penganiayaan dan pemerkosaan dari suami pengasuh di wilayah Bangi, Selangor, Jumat (9/11/2018) lalu.

Kasus yang tergolong sadis itu langsung menuai reaksi di media sesial dalam dua hari terakhir di negara itu.

Netizen mendesak pemerintah tidak menghapuskan hukuman mati untuk kasus-kasus yang sadistis seperti ini.

Malaysia termasuk negara yang memberlakukan hukuman mati, namun hanya untuk kasus-kasus narkoba berat.

Sementara untuk kasus kejahatan berat lain yang bersifat mandatori (perintah), parlemen, pada Oktober lalu, menghapuskannya.

Baca: Begini Kronologi Bayi 11 Bulan yang Tewas Dianiaya dan Dan Dicabuli Suami Pengasuh di Malaysia

Baca: Bikin Geram Warga Malaysia, Bayi Perempuan 11 Bulan Ini Tewas Akibat Kekerasan Fisik & Seksual

Baca: Sempat Viral karena Dilaporkan Diculik, Bayi 5 Bulan Ini Ditemukan Tewas di Dalam Kulkas Pengasuhnya

Baca: Setelah Bayi Dalam Kulkas, Seorang Bayi lagi Meninggal di Tangan Pengasuh di Malaysia

Baca: Ayah Kejam Terjadi Lagi di Singapura. Bayinya Menangis, Dipukul Hingga Tulang Tengkoraknya Patah

Baca: Video Viral di Singapura. Seorang Ayah Tampar Putrinya Saat Berlutut di Tempat Parkir

Perdana Menteri mahathir Mohamad, pada Oktober lalu mengisyaratkan, untuk kasus-kasus kejahatan berprofil tinggi, perlu dipertimbangkan pemeberlakuan hukuman mati, tetapi harus melalui kajian ahli.

Namun, kasus penganiayaan dan pemerkosaan terhadap bayi Zara membuat netizen mendesak pemerintah untuk tidak menghapuskan hukuman mati.

Kasus yang dialami bayi Zara dianggap oleh netizen sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan dan perlu mendapat hukuman mati.

Masyarakat mempersoalkan, kasus-kasus berat seperti ini berulang kali terjadi sehingga perlu diberikan efek jera yang lebih berat.

Halaman
123
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved