LOWONGAN KERJA

Ratusan Orang Sudah Padati MPH Batamindo, Mendadak PT Schneider Batalkan Lowongan. Ini Kata Pencaker

Ratusan pencaker memadati MPH Batamindo, PT Schneider membatalkan perekrutan operator wanita yang sebelumnya diumumkan.

Ratusan Orang Sudah Padati MPH Batamindo, Mendadak PT Schneider Batalkan Lowongan. Ini Kata Pencaker
TRIBUNBATAM.id/DEWANGGA RUDI SERPARA
Ratusan orang sudah berkumpul di MPH Batamindo, Senin (12/11/2018) namun PT Schneider mendadak membatalkan lowongan kerja. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ratusan pencaker memadati MPH Batamindo, PT Schneider membatalkan perekrutan operator wanita yang sebelumnya diumumkan. Padahal para pencaker sudah berkumpul.

Pengamatan Tribun, pencaker sudah memadati MPH sejak pukul 10.00 WIB.

Para pencaker memadati MPH hingga ke badan jalan. Di pintu masuk Batamindo, sekuriti melakukan antisipasi dengan menyaring beberapa pencaker yang sudah dirasa membludak.

Sinta salah satu pencaker memaparkan, dirinya mengetahui lowongan PT Schneider dari sosial media.

Baca: Saat Hendak Belok, Tiba-tiba Ban Lori Ini Lepas dan Mogok. Ruas Jalan di Sagulung Ini Langsung Macet

Baca: Berbalas Lewat Instagram, Jerinx SID Respon Singkat Klarifikasi Via Vallen 2 Jam Setelah Diunggah

Baca: Bikin Geram Warga Malaysia, Bayi Perempuan 11 Bulan Ini Tewas Akibat Kekerasan Fisik & Seksual

Baca: BREAKING NEWS. Warga Gunung Lengkuas, Bintan Ditemukan Sudah Jadi Mayat. Baunya Sudah Menyengat

Baca: PT Panasonic Batam Centre Kembali Buka Lowongan Kerja, Pelamar Harus Bawa Berkas Asli

"Sudah beredar itu lowongannya di facebook, sejak sabtu kemarin. Saya juga diajak teman saya kesini," jelasnya.

Lanjut Sinta, dirinya mengaku kecewa lantaran PT Schneider membatalkan perekrutan karyawan yang menurutnya sangat berguna bagi pencari kerja.

"Ya kecewa mas, jauh-jauh ke sini, lowongan dibatalkan dengan alasan terlalu padat, kan kasihan," ungkapnya.

Salah satu sekuriti Batamindo enggan disebutkan namanya, mengatakan perekrutan lowongan kerja di batalkan karena menurutnya suasana sudah tidak kondusif.

"Sudah terlalu padat, sudah nggak kondusif, tadi saja ada yang pingsan. Jadi mungkin itu yang menyebabkan di batalkan," katanya. (*)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved