Kurir Sabu 35 Kg Dituntut Hukuman Mati, Mengaku Utang Budi Pada Bandar Narkoba

Terdakwa hanya berusaha membalas jasa Amrizal. Karena selama mencari pekerjaan, terdakwa menumpang di rumah Amrizal

Kurir Sabu 35 Kg Dituntut Hukuman Mati, Mengaku Utang Budi Pada Bandar Narkoba
Tribun Medan
Dedi Sahputra, kurir 35 kg sabu dan 70 ribu butir ekstasi saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Alija Magribi

TRIBUNBATAM.id, MEDAN - Dedi Sahputra (34) menjadi terdakwa dalam kasus pengiriman  narkotika jenis sabu-sabu seberat 35 kilogram dan 70.000 butir ekstasi ke Kota Medan

Dedi Saputra tampak tenang menjalani persidangan yang digelar di ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri Medan.

Dalam agenda pembelaaan (pledoi) tersebut, Dedi diwakili penasihat hukumnya, Syarifah dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH).

Syarifah mengatakan bahwa Dedi tidak mengetahui bahwa mobil yang dia kendarai bersama Joel membawa narkoba.

Penasihat hukum Syarifah melanjutkan bahwa Dedi mengantarkan tas yang ia sendiri tak tahu berisi narkoba.

ia mau membawa tas tersebut sebagai bentuk balas Budi karena kebaikan bandar narkoba asal Aceh bernama Amrizal.

Amrizal sendiri tewas dalam penangkapan karena mencoba melawan petugas yang menangkapnya.

"Terdakwa hanya berusaha membalas jasa Amrizal. Karena selama mencari pekerjaan, terdakwa menumpang di rumah Amrizal," ucap Syarifah di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Nazar Efriandy, Selasa (13/11/2018) sore.

"Pemberian hukuman mati terhadap seseorang yang tidak mengetahui apa-apa adalah bentuk pelanggaran Hak Azasi Manusia," ucap Syarifah lagi.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved