BATAM TERKINI

Terdakwa Perdagangan Orang Tidak Dapat Salinan Dakwaaan dari JPU, Hakim Sebut Sidang Aneh ke Jaksa

“Loh, kok sidang ini aneh yah? Biasanya, dakwaan itu kan harus dimilikim oleh terdakwa. Jadi biar tahu terdakwa apa saja isi yang didakwakan.

Terdakwa Perdagangan Orang Tidak Dapat Salinan Dakwaaan dari JPU, Hakim Sebut Sidang Aneh ke Jaksa
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Rusna Terdakwa perdagangan orang saat digiring petugas usai mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Batam, Senin (13/11/2018) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM –Terdakwa tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Rusna, kembali menghadapi sidang kedua di Pengadilan Negeri Klas IA Batam Selasa (13/11/2018) sore, dengan agenda pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Hadir dalam sidang itu, JPU Samuel Pangaribuan. Dengan Ketua Majelis Hakim Marta Napitupulu, didampingi dua anggota hakim anggota yakni Reni Pitua Ambarita dan Egi Novita.

Sementara terdakwa, didampingi dua pengacara Edward Simatupang dan Paringgunan Simarmata.

Sebelum JPU membaca dakwaa, Ketua Majelis Hakim Marta Napitupulu menanyakan, apakah terdakwa Rusna sudah memiliki salinan dakwaan atau belum. Jawaban Rusna, belum ada. Atas jawaban ini, sempat membuat Marta kaget.

“Loh, kok sidang ini aneh yah? Biasanya, dakwaan itu kan harus dimilikim oleh terdakwa. Jadi biar tahu terdakwa apa saja isi yang didakwakan. Ini malah tak ada,” kata Marta bertanya-tanya.

“Belum ada bu hakim. Saya belum dapat,” katanya.

Meski begitu, melihat hari sudah menjelang malam, dakwaan tetap dibacakan. Itu setelah menemui kesepakatan dari penasihat hukum dan juga terdakawa sendiri.

Dalam dakwaan JPU, menyatakan, bahwa perbuatan Rusna, mempekerjakan Mardyana Sonlay yang masih berumur 16 (enam belas) tahun sangat melanggar hukum.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 17 Undang – Undang RI Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Mendengarkan seluruh dakwaan JPU, secara lisan disampaikan Rusna, katanya, tidak melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan JPU.

Kendati, Hakim tetap menampung keterangan Rusna, hanya saja, hakim meminta, agar hal itu dimasukan dalam eksepsi (bantahan) yang akan digelar pada Selasa (27/11/2018) nanti.

Sebelumnya, Rusna ditangkap atas laporan Romo karena diduga mempekerjakan anak di bawah umur yakni Mardyana Sonlay.

Rusna merupakan Direktur PT Tugas Mulia yang bergerak di bidang usaha penyalur tenaga kerja lokal. Dalam kasus ini, polisi juga menersangkakan anak buah Rusna Paulus Baun alias Amros.

Hanya saja JPU telah memisahkan kedua berkas terdakwa. Dalam perjalan sidangnya, Amros dituntut JPU 4 tahun penjara. Kamis lusa akan dilanjutkan agenda sidang putusan khusus terdakwa Amros.(leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved