Besok 2000 Santri Bakal Sambut KH Ma'ruf Amin. Simak Agendanya Selama Berkunjung ke Batam

Calon Wakil Presiden nomor urut 1, KH Ma'ruf Amin diagendakan akan datang ke Batam, Kamis (15/11/2018) ini.

Besok 2000 Santri Bakal Sambut KH Ma'ruf Amin. Simak Agendanya Selama Berkunjung ke Batam
TribunnewsBogor.com/Mohamad Afkar Sarvika
Bakal Calon Wakil Presiden KH Maruf Amin 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 1, KH Ma'ruf Amin akan datang ke Batam, Kamis (15/11/2018) ini.

Selain menghadiri kegiatan politiknya, Ma'ruf juga akan menghadiri kegiatan ngaji bareng kitab kuning Syarah Ibnu Aqil 'Ala Alfiyyah Ibnu Malik.

Tepatnya di Mega Legenda II Batam Center sekitar pukul 14.30 WIB. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Pelaksana Ngaji Bareng, Nuryanto.

"Rencananya ada 2.000 orang yang hadir dari pesantren-pesantren di Kota Batam," kata Nuryanto, Rabu (14/11/2018) di Batam Center.

Baca: 4.302 Pelamar CPNS Batam Ikut Tes SKD Cuma 154 Lolos Passing Grade, Apa Rencana Pemko?

Baca: Rusia Bersiap Aktifkan Avangard, Rudal Kiamat, Daya Ledaknya 100 Kali Lipat dari Bom Hiroshima

Baca: Konsumsi Bawang Putih Mentah Saat Perut Kosong, Ini Dampaknya Bagi Tubuh Anda

Baca: Joged Syantik hingga Nasi Padang. Begini Kemeriahan Perayaan HUT ke-73 Brimob di Kepri

Baca: Pesawat Wings Air Miring & Putar Balik Setelah Terbang 30 Menit, Ini Kesaksian Suami Nina Zatulini

Ia berharap momentum kedatangan mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu ke Batam, bisa menjadi kegiatan temu kangen antara santri dan para alim lainnya.

Kegiatan itu juga bertujuan untuk merekatkan hubungan antara santri dan ulama.

Dalam kegiatan itu, Ma'ruf akan menguji santri dalam kegiatan ngaji bareng itu, yakni membaca kitab kuning dengan metode Al-Ghooyah.

"Mudah-mudahan kegiatan berjalan lancar dan bisa melahirkan santri yang paripurna dan masyarakat yang alim," ujarnya.

Sementara itu, Penemu Metode Al-Ghooyah Abdurrohman Nabrowi mengatakan, metode Al-Ghooyah merupakan cara penguasaan membaca, menerjemahkan dan memahami Alquran dan nahwu shorof sejak usia dini.

"Metode ini akan lebih memudahkan anak-anak dalam memahami agama dengan utuh," kata Abdurrohman.

Biasanya untuk sampai tahap ini, anak-anak usia kelas 4,5, dan 6 sekolah dasar butuh waktu tiga sampai enam tahun untuk mempelajari kitab kuning.

Namun dengan metode Al-Ghooyah, diklaim hanya butuh waktu 20 hari saja. Kehadiran metode ini, lanjutnya, juga diharapkan bisa menggairahkan kembali kitab kuning yang mulai tidak diminati.

Dengan alasan sulit dan lama untuk mempelajarinya.

"Ini juga kado terindah untuk Indonesia dari Kepri. Ada beberapa alasan kitab kuning harus ada di Kepri yaitu, historisnya, kebutuhan, budaya dan kebangsaan atau NKRI," ujarnya. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved