BATAM TERKINI

Merasa Jadi Korban, 4 Terdakwa Kasus Sabu 1,6 Ton di Batam, Menolak Difoto Wartawan

Menolak difoto, satu dari 4 terdakwa kasus sabu 1,6 ton menunjuk ke arah wartawan, dan mengatakan sesuatu dalam bahasa China

Merasa Jadi Korban, 4 Terdakwa Kasus Sabu 1,6 Ton di Batam, Menolak Difoto Wartawan
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Empat WNA masing-masing Chen Chung Nan, Chen Chin Tun, Huang Ching An, dan Hsieh Lai Fu, terdakwa penyeludup sabu-sabu 1 ton saat mengikuti sidang dengan agenda pledoi atau pembelaan di Pengadilan Negeri Klas IA Batam, Selasa (13/11/2018) sore. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Empat Warga Negara Asing (WNA) asal China, masing-masing Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, dan Yao Yin Fa yang menjadi terduga pemasok sabu 1,6 ton menolak difoto wartawan saat hadir di persidangan  Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/11/2018).

Mereka menjalani sidang di PN Batam, Selasa itu sebagai terdakwa setelah ditangkap tim gabungan dari Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri dan Bea dan Cukai Batam pada Februari 2018 lalu.

Bahkan, tanpa segan, satu dari terdakwa ini, menunjuk ke arah kamera wartawan, dan mengatakan sesuatu dalam bahasa China.

Baca: Sidang Hari Ini, Dorkas Lominori Akan Berhadapan dengan Kesaksian Korban

Baca: HONGKONG OPEN 2018 - Link Live Streaming dan Daftar 12 Wakil Indonesia yang Tampil Hari Ini

Baca: Pernah Dilempar Pakai Uang, Wanita yang Lahir Tanpa Tangan di Tanjungpinang Ini Buat Hal Menakjubkan

Baca: PIALA AFF 2018 - Hasil Lengkap dan Klasemen Grup B Setelah Indonesia dan Filipina Menang

Setelah ditelusuri, ternyata arti dari ucapan yang disampaikannya penerjemahnya Stiven Kusuma, mereka tidak mau difoto.

 “Mereka (4 terdakwa) minta jangan difoto.Mereka merasa tidak bersalah. Mereka juga hanya lah korban,” kata Stiven.

Keempat terdakwa itu, seharusnya menghadapi sidang pada Selasa itu dengan agenda pembacaan nota pledoi dari penasihat hukum atau pengacara.

Hanya saja, karena pengacara berhalangan, terpaksa sidang ditunda kembali pekan depan.

Ketua Majelis Hakim Muhammad Chandra didampingi dua anggota mejelis Redite Ika Septina  dan Yona Lamerosaa Ketaren.

JPU Rumondang Manurun, sepakat pekan digelar kembali sambil menunggu pledoi dari pengacara.

"Karena salah satu pihak belum hadir, yakni pengacara terdakwa, maka sidang ditunda pekan depan," kata Hakim Chandra seraya menutup sidang dengan ketok ujung palunya.

Sebelumnya, empat terdakwa dengan nomor perkara 591/Pid.Sus/2018/PN Btm itu, dituntut hukuman mati oleh JPU. Mereka dituntut, JPU menilai dugaan kejahatan mereka adalah kejahatan luar biasa (Extraordinary Crime).

Mengulas kembali, penangkapan sabu 1,6 dan 1 ton di perairan Kepri Februari 2018 sempat menghebohkan pemberitaan.

Tidak saja lokal, namun sejumlah media nasional ikut memberitakan peristiwa penangkapan itu.

Sidang Selasa kemaren, tak luput dari penjagaan ketat pihak kepolisian. Dengan seragam lengkap dan senjata laras panjang, mengawal keempat terdakwa dengan seksama. (leo)

Penulis: Leo Halawa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved