Penelitian BRG Mampu Naikkan Perekonomian Masyarakat, Ini Harapan Pemkab Meranti

semoga penelitian ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat di Meranti. Apalagi dari RI sudah meluncurkan dana untuk penelitian ini sebanyak Rp 49M

Penelitian BRG Mampu Naikkan Perekonomian Masyarakat, Ini Harapan Pemkab Meranti
TRIBUNBATAM/ROMA ULY SIANTURI
Ramah tamah BRG bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti di Hotel Gran Meranti Lantai 3, Rabu (14/11/2018). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Hari pertama Badan Restorasi Gambut (BRG) berada di Selat Panjang, masih termasuk dalam rangkaian kegiatan 2nd Tropical Peatland Rountable Discussion langsung disambut Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Meranti, Syamsudin, dengan acara Welcome Dinner. Dimana pertemuan ini dilangsungkan di Hotel Grand Meranti Lantai 3.

Dalam kata sambutannya Syamsudin berharap tim BRG bisa betah dan kerasan di Selat Panjang. Direncanakan Kamis (15/11/2018) tim BRG akan mengunjungi 3 desa, diantaranya desa Lukun, Tanjung Sari, Sungai Tohor.

"Insya Allah Kabupaten meranti ini tempat penelitian retorasi gambut tingkat dunia dan kami bangga sekali," ujar Syamsudin, Rabu (14/11/2018) malam.

Baca: Ini Sosok Pria yang Mencekik Wanita Cantik di Kamar Hotel

Baca: Wanita Cantik Dicekik Saat Bertemu Tamu di Dalam Kamar Hotel. Kasihan Nasibnya Seperti Ini

Baca: Wanita Cantik Dicekik di Kamar Hotel, Handphone Dirampas, Motor Dibawa Kabur

Baca: Sambut Hari Jadi PGRI ke-73, Rudi Ajak Guru Bangun Kota Batam. Siapka 20 Motor untuk Doorprize

Ia melanjutkan semoga penelitian ini mampu mengangkat perekonomian masyarakat di Meranti. Apalagi dari RI sudah meluncurkan dana untuk penelitian ini sebanyak Rp 49 miliar.

"Ini adalah hal luar biasa untuk kami. Mudah-mudahan semua aktivitas yang dilaksanakan esok harinya berjalan dengan baik," tuturnya.

Deputi IV BRG Dr. Haris Gunawan membuka sambutannya dengan pantun dalam 2 bahasa, yaitu Indonesia dan Inggris.

Ia mengatakan kegiatan ini yang hadir 10 negara dan ada organisasi gambut dunia, dan baru saja melaunching pusat gambut internasional. Ada 72 peserta yang hadir bahkan ada yang pertama kali.

"Kegiatan ini bisa menjadi daya tarik untuk tamu-tamu yang hadir disini," katanya.

Ia menyebutkan dalam Perpres Nomor 1 Tahun 2016, Pulau Meranti ini ada disebutkan dan ditunggu hasilnya. Pihaknya juga menginginkan terobosan dan keterbaruan teknologi bisa membantu tanah gambut dapat dikelola denga baik.

"Kami sejak semula memprioritaskan dan berharap alokasi anggaran," tuturnya.

Restorasi gambut, kata dia, sangat penting dalam menyelamatkan dunia. Tiga desa yang akan dikunjungi tersebut semoga bisa menjadi tempat bagi setiap orang yang ingin belajar restorasi gambut. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved