BINTAN TERKINI

Pungutan Sampul Rapor Rp100 Ribu Terbukti, Kini Disdik Bintan Telusuri Siswa Bayar Kalau Tak Buat PR

Tamsir mengatakan, pihaknya sudah mengecek laporan pungutan sampul rapor ke sekolah bersangkutan, dugaan pungutan terbukti ada

Pungutan Sampul Rapor Rp100 Ribu Terbukti, Kini Disdik Bintan Telusuri Siswa Bayar Kalau Tak Buat PR
TRIBUNBATAM/AMINNUDIN
Kepala Dinas Pendidikan Bintan, Tamsir 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Kepala sekolah di Bintan yang terindikasi melakukan pungutan tidak resmi terhadap siswa bakal langsung diturunkan jadi guru biasa. Tak sekedar itu, pangkat pun bakal diturunkan sesuai tingkat kesalahan.

Demikian ditegaskan Kepala, Dinas Pendidikan Bintan Tamsir, Rabu (14/11/2018).

"Saya akan tindak tegas. Bagi kepala sekolah yang melakukan pungli saya akan kembalikan ke guru biasa, dan atau turunkan pangkatnya sesuai tingkat kesalahannya,"kata Tamsir.

Baca: Tunggakan Wajib Pajak PBB di Batam Sejak 1994 hingga 2017 Capai Rp 164 Miliar

Baca: Klarifikasi Wali Kota Syahrul Soal Anaknya Ikut Kunjungan Kerja ke Dubai: Pakai Uang Pribadi

Baca: Ternyata Segini Lho Pendapatan Via Vallen dari Video Youtube

Baca: Konsumsi Bawang Putih Mentah Saat Perut Kosong, Ini Dampaknya Bagi Tubuh Anda

Penegaskan Tamsir ini menjawab pertanyaan media perihal dugaan pungutan uang sampul rapor Rp 100 ribu oleh salah satu SMP di Bintan Timur terhadap siswa.

Tamsir mengagakan, pihaknya sudah mengecek laporan dugaan pungutan sampul rapor tersebut ke sekolah bersangkutan. Dari kroscek di lapangan, dugaan adanya pungutan terbukti ada.

"Kita sudah melakukan kroscek di lapangan dan memang terbukti,"kata Tamsir.

Sangat disayangkan hal itu masih terjadi dalam dunia pendidikan. Padahal sejak awal sudah ditegaskan, pungutan terhadap siswa tidak boleh.

Masih terkait fenomena pungutan di lingkup sekolah, Tamsir juga mengatakan pihaknya juga tengah mengkroscek kabar adanya pembayaran yang dilakukan siswa bila tidak mengerjakan PR yang terjadi di salah satu sekolah di Tanjunguban, Bintan Utara.

"Informasi dari kepsek, sekolah yang bersangkutan tidak menerapkan aturan tersebut. Sepertinya dari wali kelas, dan kesepakatan anak anak di kelas tersebut. Saya lagi kroscek dengan sekolah tersebut,"kata Tamsir. (min) 

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved