BATAM TERKINI

800 Ribu Hektare Lahan Gambut Provinsi Riau Direstorasi, Lahan di Meranti Jadi Percontohan

Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG, Haris Gunawan, mengatakan Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi lahan gambut seluas 800 Ribu Ha.

800 Ribu Hektare Lahan Gambut Provinsi Riau Direstorasi, Lahan di Meranti Jadi Percontohan
TRIBUNBATAM.id
Sebanyak 800 ribu hektare lahan gambut akan direstorasi. Suasana Tinjau Lapangan Tanah Gambut dan Pengelolaan Sagu di Desa Tohor Kepulauan Meranti, Kamis (15/11). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Deputi Penelitian dan Pengembangan BRG, Haris Gunawan, di Riau, Kamis, mengatakan Badan Restorasi Gambut (BRG) akan merestorasi lahan gambut seluas 800 ribu hektar di Provinsi Riau dan akan dilakukan dengan pola berkelanjutan atau multi years. Restotasi gambut di wilayah tersebut dilakukan di Indragiri Hilir, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak dan Meranti.

Menurutnya Provinsi Riau memiliki sekitar lima juta hektar lebih lahan gambut dan Kabupaten Meranti merupakan urutan ke lima terbesar. Menariknya lagi di Kabupaten Meranti terdapat komoditi unggulan yaitu pohon sagu yang dikelola oleh masyarakat.

"Khusus di Meranti lahan gambut yang harus direstorasi sekitat 38 ribu hektar lebih dan Meranti akan menjadi percontohan restorasi gambut. Secara keseluruhan luas lahan hidrologi gambutnya sekitar 5 juta hektar lebih dan hari ini kita mengecek ke tiga desa di Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu Tohor, Lukun dan Tanjung Sari," ujar Haris, Kamis (15/11/2018).

Baca: 70 Pakar Gambut Dari 8 Negara Berkumpul di Batam. Ada Apa?

Baca: Kebakaran Lahan Gambut di Belakang Dormitori Blok E Batamindo, Ini Videonya

Baca: Kades Lancang Kuning Cemas Lokalisasi Akan Ditutup. Bunyani: Masak PSK Saja Dibiayai

Ia menilai sagu merupakan tanaman endemik desa tersebut dan cocok dengan karakteristik tanah gambut yang basah atau lembab. Karakteristik gambut ini tidak boleh kering, karena mudah terbakar.

Banyak juga tanaman lainnya yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Misalnya pohon kelapa dan medang yang merupakan bahan dasar dari obat nyamuk bakar.

"Namu Pak Presiden kita memprioritaskan Meranti agar lahan gambutnya segera direstorasi, karena pada 2014-2015 pernah terjadi kebakaran dan asapnya sampai ke negara tetangga," tuturnya.

Haris menambahkan, selain Meranti ada pulau lainnya di Indonesia yang memiliki area lahan gambut. Yaitu di Pulau Pisau Kalteng, Muba di Kalsel dan Oki di Sumsel.

"BRG datang ke sini untuk menambah nilai ekonomi masyarakat, sehingga pengelolaan dari hulu hingga ke hilir bisa menjadi lebih baik dan kita akan mendorong sagu menjadi komoditi unggulan di Meranti," paparnya.

International Peatland Society, Prof Jack Rieley mengakui sudag 27 tahun melakukan penelitian di tanah gambut Kalimantan. Hanya saja belum sempat hadir ke Riau ini.

"Namun saya takjub melihat keindahannya. Dan saya akan membawa gula yang terbuat dari sagu ini ke negara saya (Inggris)," tuturnya.

Ia menambahakan diskusi yang dilakukan di Kota Batam selama 2 hari yang lalu semakin terpenuhi dengan adanya kegiatan di lapangan ini. Semakin memperkaya ilmu dan pengalaman. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved