HS Bawa Mobil Korban Pembunuhan Satu Keluarga dan Dititipkan di Tempat Kos Barunya

Polisi menemukan mobil korban pembunuhan satu keluarga dan mengantongi satu nama yang diduga pelaku pembunuhan.

HS Bawa Mobil Korban Pembunuhan Satu Keluarga dan Dititipkan di Tempat Kos Barunya
WARTA KOTA/MUHAMAD AZZAM
Mobil jenis Nissan Xtrail bernomor polisi B 1075 UOC terparkir di halaman Polres Metro Bekasi Kota, Kamis (15/11/2018). Mobil ini menjadi salah satu barang bukti kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi. 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Misteri pembunuhan satu keluarga di Jalan Bonjong Nangka II RT 002 RW 007 Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018) dini hari, akhirnya mulai menunjukkan titik terang.

Tim Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya menemukan mobil korban dan mengantongi satu nama yang diduga pelaku pembunuhan setelah polisi menemukan mobil korban.

Terduga pelaku diamankan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sementara mobilnya ditinggal rumah kos Ameera di Desa Mekar Mukti, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Polisi Temukan Mobil X-Trail Diduga Milik Diperum Nainggolan

Baca: Hindari Kontainer, Supir Langsung Banting Stir dan Mobil Box Masuk Dalam Parit

Baca: Selain Stiker WhatsApp, Ini Fitur Baru WhatsApp yang Segera Dirilis, Salah Satunya Mode Liburan

Baca: Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Ternyata Masih Keluarga Istri Korban. Apa Motifnya?

Pemilik rumah kos, Johan (53), mengatakan, mobil jenis Nissan X-Trail bernomor polisi B 1075 UOC ditinggal dikontrakan setelah terduga pelaku HS membayarkan uang muka kontrakan.

HS datang Selasa (13/11/2018) sekitar pukul 10.30 WIB beberapa jam setelah ditemukan satu keluarga tewas. Kala itu ada karyawannya yang melayaninya. HS ini melihat-melihat sejumlah kamar kontrakan.

"Awal datang, saya enggak tahu itu terduga pelaku. Penjaga kontrakan yang layani sekitar 10.30 WIB. Lihat lihat lalu setuju dan bayar uang muka Rp 400.000. Seharusnya Rp 900.000," kata Johan, Kamis (15/11/2018).

Ia menjelaskan, terduga pelaku hanya sebentar saja berada dikontrakan usai membayarkan uang muka. Lalu ia menitipkan mobilnya karena akan mengambil baju dan barang barangnya.

"Dia bilang ke pegawai saya nitip mobil dulu ya. Nanti balik lagi, ambil barang-barang tapi ternyata hingga malam dan besoknya tidak kunjung kembali," jelasnya.

Saat dirinya datang ke rumah kos miliknya, ia bertanya ke pegawainya soal penghuni baru tersebut.

"Saya tanya ini ada yang mau ngontrak, iya tapi belum lunas baru booking. Ini juga nitip mobil katanya mau balik lagi. Pegawai saya tulis namanya sama nomor teleponnya. Namanya Aris," ucapnya.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved