Kerap Dilecehkan hingga Diajak ke Hotel, Simak 5 Fakta Dibalik Kasus Pelecehan Baiq Nuril

Kasus Baiq Nuril Maknum, seorang pegawai honorer yang kembali terancam masuk penjara dengan denda Rp 500 juta akibat kasus UU ITE jadi sorotan.

Kerap Dilecehkan hingga Diajak ke Hotel, Simak 5 Fakta Dibalik Kasus Pelecehan Baiq Nuril
KOMPAS.com/FITRI
Baiq Nuril Maknun menghapus air matanya saat ditemui di rumahnya di perumahan BTN Harapan Permai, Labuapi, Lombok Barat, Senin (12/11/2018). Nuril kecewa atas keputusan MA yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi NTB, atas kasus pelanggaran UU ITE. 

Kerap Dilecehkan hingga Diajak ke Hotel, Simak 5 Fakta Dibalik Kasus Pelecehan Baiq Nuril

Nuril menangis saat berada di ruang tahanan PN Mataram, Rabu (31/5/2017).
Nuril menangis saat berada di ruang tahanan PN Mataram, Rabu (31/5/2017). (KOMPAS.com/ Karnia Septia)

TRIBUNBATAM.id - Kasus Baiq Nuril Maknum, seorang pegawai honorer yang kembali terancam masuk penjara dengan denda Rp 500 juta akibat kasus UU ITE mendapatkan perhatian banyak pihak.

Ia dilaporkan Kepala Sekolah SMU 7 Mataram atas dugaan penyebaran rekaman telepon yang mengandung kasus asusila.

Namun setelah menjalani beberapa sidang, Baiq Nuril dinyatakan tidak bersalah dan tidak terbukti telah melakukan penyebaran rekaman telepon tersebut.

Baca: Dituduh Sebarkan Percakapan Asusila, Baiq Nuril : Pak Presiden, Saya Minta Keadilan, Saya Korban

Baca: Cara Ikut Lelang Online Barang Gratifikasi BMN Mulai Parfum hingga Jam Tangan. Cek Link Disini

Baca: Putri Ahok Curhat Lewat Insta Story Instagram Komentari Film A Man Called Ahok

Berikut adalah fakta-fakta kasus Baiq Nuril yang menyita perhatian banyak pihak :

1. Pernah diajak ke hotel oleh Kepala Sekolahnya

Dikutip dari TribunJabar.com, SAFENet, sebuah lembaga yang mendampingi Baiq Nuril menjelaskan bahwa pelecehan seksual yang dialami oleh Nuril tidak hanya terjadi satu kali.

Nuril sering kali menerima telepon dari Kepala Sekolah SMA 7 Mataram yang bernada pelecehan.

Bahkan Nuril beberapa kali diajak untuk menginap di sebuah hotel.

Awalnya Nuril tidak berani melaporkan tindakan tersebut karena takut dipecat dari pekerjaannya, namun setelah kejadian pelecehan itu terjadi beberapa kali akhirnya Nuril memberanikan diri untuk merekam percakapan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved