Bintan Terkini

Lokalisasi Bukit Senyum Akan Ditutup. Kepala Dinsos: Kalau Karaoke Ada Bilik Ganti Baju

Kholili Bunyani, Kepala Desa Lancang Kuning, Bintan Utara gundah. Pasalnya, lokalisasi Bukit Senyum yang berdiri sudah lama di daerahnya direncanakan

Lokalisasi Bukit Senyum Akan Ditutup. Kepala Dinsos: Kalau Karaoke Ada Bilik Ganti Baju
Ilustrasi. Suasana di Kawasan Lokalisasi Pelantar, Jemengan, Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN - Kholili Bunyani, Kepala Desa Lancang Kuning, Bintan Utara gundah. Pasalnya, lokalisasi Bukit Senyum yang berdiri sudah lama di daerahnya direncanakan ditutup. Sosialisasi penutupan oleh Dinsos Bintan sudah dilakukan, Rabu (14/11/2018).

Bukan soal penutupannya yang bikin gundah. Tapi persoalan nasib warga di luar pekerja seks komersial (PSK) yang bakalan terancam kehilangan sumber pendapatan bila lokalisasi ditutup. "Ini urusan perut,"ucapnya.

Baca: Kades Lancang Kuning Cemas Lokalisasi Akan Ditutup. Bunyani: Masak PSK Saja Dibiayai

Baca: Kepala Desa Lancang Kuning Cemas Lokalisasi Bukit Senyum Akan Ditutup. Ternyata Ini Penyebabnya

Baca: Suara-suara dari Lokalisasi KM 24 Bintan! Bukan Semudah Cerita Sukses Gang Dolly Surabaya

Sebulan pasca lokalisasi ditutup mungkin dapur masih bisa mengepul. Tapi kalau sudah sebulan lebih sumber nafkah pengganti belum dapat, asap dapur terancam tak lagi mengepul. Ini yang membuat sang kades pening.

"Sebulan bisalah, warga tersebut masih bisa makan. Bisa jual TV, atau harta berharga lain buat nyambung hidup. Lah, bagaimana nanti kalau sudah 6 bulanan, manakala belum ada pekerjaan pengganti. Waduh, ini urusan perut lho. Masak PSK saja dibiayai (kompensasi), warga lain gak,"katanya.

Harapan dia, ada jalan keluar dari persoalan tersebut. Warga bisa diberikan pelatihan, kursus bahasa Inggris misalnya. Keahlian bisa dipakai jadi modal kerja. Misalnya kerja di kawasan wisata Lagoi.

Kepala Dinas Sosial Bintan Naharuddin mengatakan, mereka siap fasilitasi warga yang dimaksud kades. Misalnya memfasilitasi bekerja di kawasan wisata Lagoi. Solusi lain, warga difasilitas pelatihan usaha melalui kelompok usaha bersama atau Kube binaan Dinsos Bintan. "Kita siap fasilitasi,"kata Naharuddin.

Soal penutupan lokalisasi, ia tetap tegaskan memang harus. Aktifitas yang berbau prostiusi tak boleh lagi ada di Bintan. Pun karaokan dengan menggunakan sistem bilik.

"Kalau karaoke ada bilik ganti baju, kita gak mau ada, jangan. Kalau hiburan keluarga masih bolehlah,"" kata Naharuddin.

Dalam rangka memastikan kegiatan prostitusi dan sejenisnya tutup, petugas Satpol PP Bintan nanti akan ditugaskan berjaga di lokalisasi. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved