ANAMBAS TERKINI

Proyek Pembangunan Bandara Masih Terkendala Amdal, Bantuan Rp 23 Miliar Ditunda

"Tahun depan rencananya, terpaksa pending karena belum ada amdal. Urus amdal dulu, baru mau saya laksanakan," ujar Kasatpel Bandara Letung

Proyek Pembangunan Bandara Masih Terkendala Amdal, Bantuan Rp 23 Miliar Ditunda
Ist
Pesawat Wings Air di Bandara Letung Pulau Jemaja saat ujicoba penerbangan Minggu (24/9/2017) 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS-Alokasi anggaran dari Pemerintah Pusat untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Letung terpaksa harus pupus.

Dana segar sebesar Rp 23 miliar untuk obstacle terpaksa harus ditunda pengelola bandara yang berlokasi di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur itu. Penyebabnya, Amdal untuk mendukung proyek itu yang belum ada.

"Tahun depan rencananya, terpaksa pending karena belum ada amdal. Urus amdal dulu, baru mau saya laksanakan," ujar Kasatpel Bandara Letung Ariadi Widiawan Kamis (15/11/2018).

Ia pun kemudian memastikan kalau izin amdal untuk di area dalam bandara telah ia kantongi. Izin analisis dampak lingkungan ini, memang begitu penting dalam proyek pembangunan, salahsatunya yang berkenaan dengan pembangunan bandara ini.

Ariadi yang diberi kepercayaan untuk mengelola dalam bidang pelayanan bandara sejak tahun 2014 ini, begitu hati-hati menjawab ketika disinggung apakah ada izin amdal yang keluar untuk area luar dari pagar bandara.

Selain tidak begitu mengikuti di tahun 2016, pada tahun itu pula ia ditugaskan untuk mengoperasionalkan bandara.

"Jadi kalau kenapa ini begini, saya tidak bisa jawab secara pasti. Yang jelas, untuk izin amdal di dalam bandara ada," ungkapnya.

Baca: 800 Ribu Hektare Lahan Gambut Provinsi Riau Direstorasi, Lahan di Meranti Jadi Percontohan

Baca: Lokalisasi Bukit Senyum Akan Ditutup. Kepala Dinsos: Kalau Karaoke Ada Bilik Ganti Baju

Baca: Kanwil Perbendaharaan Kepri Ungkap Lima Penyebab Penyerapan Anggaran Lambat

Baca: Aldi Bocah Penderita Tumor Undang Empati Masyarakat, Ketua DPRD Karimun Minta RT Berperan Aktif

Andi Agrial Kepala Dinas Perhubungan dan lingkungan hidup Kabupaten Kepulauan Anambas mengatakan kalau pihaknya saat ini sedang melakukan proses pembebasan lahan seluas lima hektar terkait obstacle untuk mendukung perpanjangan landasan pacu bandara.

Saat ini, tim apraisal sedang melakukan pengkajian untuk menentukan harga yang layak untuk mengganti rugi lahan untuk mendukung perpanjangan lahan itu.

"Tahun ini sedang dikaji oleh tim apraisal," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Terdapat overlay dan perpanjangan konstruksi landasan pacu yang dikerjakan oleh PT. Boriandy Putra dengan nilai kontrak 29,808 miliar Rupiah lebih per tanggal 14 Mei 2018 dengan waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender serta bersumber dari APBN tahun 2018.

Adapun konsultan pengawas dari proyek ini diketahui CV. Paradigma Nusantara.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved