Video Detik-detik Petinju Belia 13 Tahun Tewas Setelah KO di Atas Ring

Anucha Kochana dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan pada otak, dua hari setelah berlaga dalam partai amal

TRIBUNBATAM.id - Kematian seorang petinju berusia 13 tahun setelah kalah dalam laga kickboxing menimbulkan tekanan terhadap pemerintah Thailand agar melarang anak-anak terlibat dalam pertandingan tinju.

Anucha Kochana dinyatakan meninggal dunia akibat pendarahan pada otak, dua hari setelah berlaga dalam partai amal.

Beragam laporan menyebutkan Anucha sudah bertarung dalam 170 laga sejak usia delapan tahun, demi mengumpulkan uang untuk keluarganya.

Anucha dilarikan ke rumah sakit setelah roboh dipukul KO oleh lawannya
Anucha dilarikan ke rumah sakit setelah roboh dipukul KO oleh lawannya (facebook/ ប្រដាល់ នឹង បាល់ទាត់)

Baca: HONGKONG OPEN 2018 - Rekap Hasil Lengkap Wakil Indonesia yang Menang & Kalah di Hong Kong Open 2018

Baca: VIRAL, Thaksin Bocah Pedagang Asongan Ini Bisa Bicara dalam 15 Bahasa, Diundang ke Beijing

Baca: Tidak Cuma Bola, Andik Vermansyah Hobi Motor Custom Juga Lho

Akibat insiden ini, berbagai kalangan menyeru agar anak-anak dilarang ikut serta dalam pertandingan tinju.

Parlemen Thailand kini tengah meninjau aturan yang tidak membolehkan anak di bawah usia 12 tahun berpartisipasi di ring tinju. Parlemen juga berencana mengatur secara ketat partisipasi petinju remaja.

Kickboxing khas Thailand, atau juga dikenal dengan sebutan Muay Thai, merupakan olahraga yang populer di negara tersebut.

Bahkan, sedemikian populernya, ribuan petinju belia dan keluarga mereka menggantungkan hidup dari olahraga baku hantam ini.

Masalahnya, aturan pengelolaan olahraga ini relatif sedikit dan masih banyak orang yang menentang undang-undang perlindungan petinju belia dengan alasan mereka merupakan bagian dari tradisi Muay Thai.

Ribuan petinju belia dan keluarga mereka menggantungkan hidup dari olahraga baku hantam ini/AFP.
Kesedihan lawan.

Video pertandingan menunjukkan sang bocah, yang juga dikenal dengan julukan Phetmongkol Por Peenapat, tidak memakai pelindung kepala. Lawan tandingnya pun sama.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved