Pembunuhan Satu keluarga di Bekasi. Pelaku Sempat Tenangkan Dua Anak Terbangun dari Tidur 

"Jadi pembunuhan dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB saat Diperum dan istrinya, Maya boru Ambarita tertidur di ruang tamu," ujar Wahyu, saat konferensi

Pembunuhan Satu keluarga di Bekasi. Pelaku Sempat Tenangkan Dua Anak Terbangun dari Tidur 
TRIBUN-MEDAN/Arjuna Bakkara
Anaknya Jadi Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Ibu Diperum Nainggolan Ungkap Sikap Putranya 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA-Pembunuhan keji menimpa empat orang dalam satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat, dilakukan Haris Simamora, seorang diri.

Ia menggunakan linggis besi memukul tubuh Diperum Nainggolan (38) dan Maya boru Ambarita (37), istrinya.

Anak korban, Sarah boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), sempat terbangun. Haris berusaha menenangkan, kemudian mencekik mati dua bocah lugu ini. Motif kejahatan karena pelaku dendam.

Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen Pol Wahyu Hadiningrat, mengatakan, Haris membunuh Diperum Nainggolan sekeluarga saat para korbannya tengah tertidur. Haris tiba di rumah korban sekitar pukul 21.00 WIB, Senin (12/11/2018).

Ia telah terbiasa menyambangi kediaman korban sehingga memasuki rumah tanpa mencongkel pintu.

Baca: Ngaku Sering Dimarahi Korban, Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Sebut Beraksi Sendiri

Baca: HS Berstatus Tersangka Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi. Habisi Nyawa Saudaranya Pakai Linggis

Baca: Lacak Lokasi HS, Pemilik Kos Berondong SMS ke Handphone Terduga Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga

Baca: Sebelum Ditangkap HS Sewa Kamar dan Titipkan Mobil Korban Pembunuhan Satu Keluarga di Tempat Kos

"Jadi pembunuhan dilakukan sekitar pukul 23.00 WIB saat Diperum dan istrinya, Maya boru Ambarita tertidur di ruang tamu," ujar Wahyu, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Haris adalah keluarga dari Maya boru Ambarita. Dia juga pernah bekerja menjaga kos-kosan milik Douglas Nainggolan.

Belakangan pengelolaan rumah kos dan warung diserahkan Douglas kepada adiknya, Diperum. Walau tidak bekerja mengelola rumah kos, Haris masih kerap tidur di sana.

Haris mengaku membunuh Diperum dan istrinya terlebih dahulu menggunakan sebatang linggis, besi. Malam nahas itu, kedua anak korban, tidur dalam kamar. 

Tiba-tiba saja kedua anak Diperum, Sarah dan Arya terbangun dan berjalan keluar kamar, mungkin mendengar suara berisik atau erangan kesakitan ayah dan ibunya, digebuk linggis.

"Pengakuan sementara pelaku, kedua anak korban dicekik hingga tewas. Tapi kami masih kembangkan," lanjut Wahyu.

Baca: Bercak Darah hingga Jejak Sepatu, Simak Sejumlah Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Baca: HS Bawa Mobil Korban Pembunuhan Satu Keluarga dan Dititipkan di Tempat Kos Barunya

Baca: HS Ngaku Mau Naik Gunung, Ini Kronologi Penangkapan Terduga Pelaku Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

Baca: Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Polisi Temukan Mobil X-Trail Diduga Milik Diperum Nainggolan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, mengatakan, Sarah dan Arya sempat berjalan keluar kamar tidur untuk melihat kondisi kedua orangtuanya di ruang tamu.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved