Pemerintah Perluas Tax Holiday Untuk 18 Sektor Termasuk Digital. Apa Saja Itu?

Salah satunya, yang menjadi perhatian pemerintah adalah perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday).

Pemerintah Perluas Tax Holiday Untuk 18 Sektor Termasuk Digital. Apa Saja Itu?
(THINKSTOCKS/WAVEBREAKMEDIA LTD)
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Pemerintah terus berupaya untuk terus memperkuat ekonomi nasional. Hari ini (16/11/2018), pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid XVI.

Salah satunya, yang menjadi perhatian pemerintah adalah perluasan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan (tax holiday).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, Kementerian Keuangan telah mengeluarakan PMK 35/2018 tentang pemberian fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan.

Tapi sayangnya, hal tersebut masih belum maksimal. "Sehingga kami mempelajari kembali bersama-sama dengan Kementerian Perindustrian, sebetulnya impor kita apa saja yang tidak bisa kita tinggalkan saat ekonomi kita perlu tumbuh?" kata Darmin di Kantor Kepresidenan, Jumat (16/11/2018). 

Baca: Ngaku Dengar Jeritan Saat Malam Kejadian, Simak Kesaksian Penghuni Kontrakan Diperum Nainggolan

Baca: Armand Hartono, Anak Muda Terkaya Indonesia, Punya kekayaan Rp 113 Triliun. Gaya Hidupnya Sederhana

Baca: BERITA PERSIB - Ini 5 Kabar Baik Persib Bandung Jelang Hadapi PSIS Semarang

Baca: Karimun Heboh! Mas Tatu Meninggal Saat Jadi Imam Shalat Jumat di Masjid

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menambahkan, perluasan tax holiday itu pertama, untuk kelompok agribisnis, pengolahan pertanian. Misalnya,pengolahan kelapa sawit dan hilirnya.

Kedua, sektor digital seperti komputer, smartphone dan komponen utama telematika.

"Kita mau dia masuk dan tax holiday akan masuk di sistem online single submission (OSS)," kata Airlangga.

Hal itu dilakukan agar tidak dibutuhkan diskusi panjang.

Sehingga, saat ini sektor yang mendapatkan tax holiday menjadi 18 sektor.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun mengatakan, instrumen fiskal ini bisa mendorong industrialisasi untuk membangun sektor yang lebih komplet dari hulu ke hilir.

Apalagi terlihat dalam enam tahun terakhir, saat penyederhanaan tax holiday dilakukan lewat OSS sudah ada investasi baru senilai lebih dari Rp 160 triliun.

Dengan ada perluasan sektor ini diharapkan ada kenaikan investasi yang lebih besar lagi.

"Ini kami akan pantau terus," kata Sri Mulyani. Menkeu akan mengeluarkan revisi PMK terkait ini. Bahkan Darmin bilang, beleid ini sudah bisa diberlakukan pada pekan depan. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved