CUACA KEPRI HARI INI

Prakiraan Cuaca di Wilayah Anambas dari BMKG Berdasarkan Citra Satelit Himawari, Jumat, 16 November

‎Cuaca di Anambas berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat

Prakiraan Cuaca di Wilayah Anambas dari BMKG Berdasarkan Citra Satelit Himawari, Jumat, 16 November
TRIBUNBATAM.id/BMKG
Citra satelit Himawari - 8 pukul 08.10 WIB, Jumat (16/11/2018). BMKG memprediksi adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus merata di wilayah Anambas. Pihaknya pun memprediksi adanya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta berpotensi disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat di seluruh wilayah Anambas. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Cuaca di Anambas berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, serta disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat di seluruh wilayah Anambas.

Samuel, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tarempa mengatakan, prediksi cuaca hari ini diperkuat dengan citra satelit Himawari - 8 pukul 08.10 WIB.

"Berdasarkan citra satelit Himawari, tampak pertumbuhan Awan Cumolonimbus yang merata di wilayah Anambas. Kondisi ini berpotensi ‎hujan dengan intensitas sedang hingga lebat serta dapat disertai petir dan angin kencang dalam durasi singkat di seluruh wilayah Anambas," ujarnya Jum'at (15/11/2018).

Baca: PSIS SEMARANG VS PERSIB BANDUNG - Jamu Persib Bandung, 15.000 Suporter PSIS Bakal Ramaikan Stadion

Baca: Hanya 100 Ribu Pelamar Diprediksi Lolos CPNS 2018, Jusuf Kalla Sebut Skill Pekerja Masih Bermasalah

Baca: Kekuatan Mulai Melemah, Amerika Serikat Akan Kalah Jika Perang Lawan Rusia dan China

Ia pun kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam melaksanakan aktivitas, khususnya aktivitas di laut.

Kondisi cuaca yang kurang kondusif ini dibenarkan oleh Saleh, salahseorang warga Jemaja.

Hujan yang mengguyur Pulau Jemaja hampir satu hari, menurutnya mulai menunjukkan kalau musim utara perlahan mulai masuk ke Anambas.

"Hujan hampir satu hari semalam itu. Sepertinya, memang sudah masuk musim utara," ungkapnya.

Seperti diketahui, cuaca kurang kondusif memang biasa terjadi di Anambas menjelang akhir tahun.

Warga setempat biasa menyebut kondisi cuaca ini dengan musim utara. Dampak datangnya musim utara ini pun, tidak main-main.

Kapal angkut maupun penumpang yang biasa beroperasi rutin, mulai beroperasi kurang optimal akibat kondisi cuaca di laut.

Tidak hanya transportasi laut, transportasi udara pun diketahui juga berdampak akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif ini. ‎

Pesawat yang sudah terbang, tidak jarang harus kembali ke tempat asal akibat kondisi cuaca pada akhir tahun di Anambas ini.(tyn)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved