Setelah Proyek Bulan Buatan, Cina Berencana Bikin "Matahari Buatan"

Lalu kini, Cina diketahui sedang mengembangkan sebuah proyek matahari buatan

Setelah Proyek Bulan Buatan, Cina Berencana Bikin
via intisari online
Matahari 

TRIBUNBATAM.id - Beberapa waktu lalu, negara Cina berencana membuat terobosan baru untuk menerangi langit malam dengan menggunakan sebuah satelit yang difungsikan sebagai bulan buatan.

Bulan buatan yang rencananya akan digunakan untuk menerangi kota Chengdu pada tahun 2020 ini kabarnya akan memiliki kekuatan 8 kali lebih besar dari cahaya bulan.

Lalu kini, Cina diketahui sedang mengembangkan sebuah proyek matahari buatan. Matahari buatan tersebut bisa dianggap sebagai titik penting usaha global untuk menghasilkan energi dari proses fusi nuklir, yang biasanya proses tersebut cuma terjadi di Matahari.

Tim ilmuwan dari Institut Fisika Plasma China mengumumkan minggu ini bahwa plasma dalam proyek penelitian matahari buatan bernama Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) telah mencapai 100 juta derajat Celcius, enam kali lebih panas dari matahari sebenarnya yang bersuhu sekitar 15 juta derajat Celcius.

Associate Professor Matthew Hole dari Australian National University mengatakan pencapaian China tersebut merupakan hal penting dalam perkembangan keilmuan fusi nuklir, dan ini bisa menjadi solusi bagi permasalahan energi global.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Vietnam vs Malaysia di Piala AFF 2018 - Vietnam Sementara Unggul

Baca: Laga PSM vs Persija Berakhir Imbang, Peluang Besar Persib Juara Jika Menang Atas PSIS Semarang

Baca: Youtuber Sacha Stevenson Bongkar Kemampuan Bahasa Inggris Ridwan Kamil, Begini Katanya

"Manfaatnya sederhana, karena ini akan menjadi sumber produksi energi dalam skala besar, dengan emisi gas rumah kaca nol, dan tidak ada buangan radioaktif sama sekali," ujar Dr Hole.

Reaktor fusi nuklir buatan China yang disebut Matahari Buatan
Reaktor fusi nuklir buatan China yang disebut Matahari Buatan ()

Reaksi fusi nuklir matahari buatan ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari teknik fusi nuklir di pembangkit listrik tenaga nuklir yang ada sekarang, yaitu dengan menggabungkan dua atom atau lebih menjadi satu.

Cara untuk mencapai fusi nuklir di bumi adalah menggunakan apa yang disebut tokamak, sebuah alat yang digunakan untuk mencontoh proses fusi nuklir yang terjadi secara alamiah di matahari dan bintang untuk menghasilkan energi.

Reaktor EAST yang bisa menghasilkan energi 100 juta derajat Celcius tersebut tingginya 11 meter, dengan diameter delapan meter, dan berat sekitar 360 ribu kg.

Tim peneliti China mengatakan mereka berhasil mencapai suhu 100 juta derajat tersebut dengan menggunakan berbagai teknik baru dalam pemanasan dan pengaturan plasma.

Sayangnya, mereka hanya bisa mempertahankan suhu tersebut selama 10 detik, tapi membuktikan bahwa mencapai suhu 100 juta derajat Celcius adalah suatu hal yang mungkin.

Reaktor fusi nuklir buatan China yang disebut Matahari Buatan
Reaktor fusi nuklir buatan China yang disebut Matahari Buatan ()
Editor: Rio Batubara
Sumber: Hai
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved