BATAM TERKINI

Kuasa Hukum PT Bulk Blacksea Laporkan Tindakan Penganiayaan Kru Kapal MV Neha ke Mabes Polri

Kuasa hukum dari PT Bulk Blacksea, melaporkan FT (Frans Tiwow) dan BR (Bawole Roy) selaku Direktur PT Persada Prima Pratama ke Mabes Polri.

Kuasa Hukum PT Bulk Blacksea Laporkan Tindakan Penganiayaan Kru Kapal MV Neha ke Mabes Polri
TRIBUNBATAM.id
Kapal naik dok saat diperbaiki di Tanjung uncang 

TRIBUNBATAM.id,, BATAM - Kuasa hukum dari PT Bulk Blacksea, melaporkan FT (Frans Tiwow) dan BR (Bawole Roy) selaku Direktur PT Persada Prima Pratama ke pihak Direktorat Kriminal Umum Bareskrim Mabes Polri.

Pelaporan tersebut menyusul penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah orang yang diduga sewaan oleh PT Persada Prima Pratama kepada kru kapal MV Neha ex MV Seniha - S yang saat ini berada di PT Nanindah Mutiara Shipyard, Tanjung Uncang.

Kuasa hukum PT Bulk Blacksea, Niko Nixon menuturkan adanya tindakan pemukulan dan intimidasi yang dialami oleh crew kapal milik kliennya tersebut terjadi pada, Rabu (16/8) lalu. Hari itu, sekelompok massa yang dipimpin oleh RY (Ronald Yulianus) memaksa untuk naik ke atas kapal dengan membawa senjata tajam. Beberapa crew kapal juga mendapatkan pemukulan saat berusaha menahan sekelompok massa tersebut untuk naik ke atas kapal.

"Kita mengetahui RY ini juga merupakan saudara dari FT. Masih belum cukup di situ, mereka juga mempermalukan seluruh crew kapal pada saat inspeksi pada 15 November lalu dihadapan pihak keamanan PT Nanindah," ujarnya saat konferensi pers, Sabtu (17/11/2018).

Baca: Seorang Warga Negara Singapura Meninggal di Kapal saat Perjalanan ke Batam

Baca: Hasil MotoGP Valencia 2018 - Andrea Dovizioso Podium, Valentino Rossi Terjatuh

Baca: Marcus/Kevin Sanjaya Juara Hongkong Open 2018, Hobi Kevin dari Jetski hingga Fesyen

Niko menjelaskan sebelumnya kliennya dengan FT memang memiliki kasus perdata mengenai jual beli kapal di Pengadilan Negeri Batam. Namun dalam kasus tersebut pihaknya juga mempertanyakan beberapa kejanggalan yang hingga kini masih belum dapat ditunjukkan oleh pihak penggugat.

"Kalau memang terjadi transaksi jual beli kapal, kenapa surat surat kapal masih lengkap ada di klien kami. Tanggal disebutkan terjadinya transaksi jual beli kapal di Singapura pun tidak bisa dibuktikan karena saat itu klien kami tidak pernah ke Singapura," tuturnya.

Untuk permasalahan hukum tersebut masih dalam tahap proses di Pengadilan Negeri Batam, dengan perkara No. 15/Pdt.G/2016/PN.BTM, yang juga telah meletakkan sita jaminan terhadap Kapal MV Seniha-S.

Namun dalam proses ini Niko mengatakan pihak mereka tidak dapat membuktikan dokumen yang kliennya minta. Mulai dari dokumen kapal dari pihak PT Persada, hingga alamat perusahaan kliennya yang dipalsukan oleh penggugat. Sehingga kliennya tidak pernah mendapatkan adanya surat panggilan dari pihak Pengadilan.

Selain melaporkan peristiwa penganiayaan kepada pihak kepolisian, selaku kuasa hukum pihaknya juga telah meminta permohonan perlindungan hukum kepada Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhumkam) Republik Indonesia.

Niko menyebutkan dalam permohonan tersebut, pihaknya juga melampirkan adanya peran aktif dari Polda Kepri untuk dapat menjaga keamanan dari kapal milik kliennya.

"Inikan jadi penilaian negatif dari pihak luar terhadap negara kita. Di tengah kondisi ekonomi seperti ini ada kapal asing yang masih mau repair di sini tapi dibeginikan. Lama lama nanti orang takut mau masuk ke Batam, takut kapalnya diklaim," tuturnya.

Pihaknya juga mendesak agar pihak Bareskrim Mabes Polri segera menindak tegas terlapor atas tindakan tidak mengindahkan pemanggilan dari pihak Kepolisian.

"Dari perkembangan yang kami tahu, bahwa saudara FT sudah sekali dilakukan pemanggilan dan saudara BR sudah dua kali dilakukan pemanggilan. Tapi keduanya selalu menolak hadir, dengan alasan yang masih dianggap wajar. Kami minta pihak Kepolisian dapat melakukan pemanggilan paksa, apabila keduanya masih tetap menolak datang di pemanggilan selanjutnya," ucapnya.(*)

Penulis: Anne Maria
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved