Disebut Pahlawan, Tunawisma yang Halangi Serangan Teror Diseret ke Pengadilan Karena Kasus Pencurian

Seorang pria tunawisma yang beberapa lalu sempat dijuluki pahlawan karena menghalangi serangan teror di Melbourne, kini terjerat masalah hukum.

Disebut Pahlawan, Tunawisma yang Halangi Serangan Teror Diseret ke Pengadilan Karena Kasus Pencurian
7 News via CNN
Michael Rogers, tunawisma yang berhasil menghalangi pelaku serangan teror di Melbourne, Australia, pada Minggu (11/11/2018). 

TRIBUNBATAM.id, MELBOURNE - Seorang pria tunawisma yang beberapa lalu sempat dijuluki pahlawan karena menghalangi serangan teror di Melbourne, Australia, pada pekan lalu, kini harus menghadapi pengadilan.

Pasalnya, pria bernama Michael Rogers itu dituding melakukan pencurian.

Diwartakan CNN, Rogers menjadi viral ketika aksinya mendorong troli belanja untuk merintangi langkah pelaku penyerangan Hassan khalif Shire Ali, yang mengancam polisi dengan pisau.

Saat itu, Shire Ali baru saja menikam tiga orang. Sejak itu, pria tersebut mendapat dukungan dari laman GoFundMe untuk menggalang dana untuknya.

Namun, dia justru muncul di pengadilan karena tuduhan mencuri sepeda dari blok apartemen di Melbourne pada bulan ini.

Baca: Seorang Tunawisma Dapat Hadiah Uang Rp 1 Miliar Setelah Lakukan Aksi Heroik Gunakan Sebuah Troli

Baca: Terobos Polisi saat Ada Razia, Pria Ini Kabur Tinggalkan Motornya. Ternyata dalam Bagasi Ada Ganja

Baca: Bocah Umur 13 Tahun Tabrak Remaja hingga Motornya Hancur. Ternyata Pakai Mobil Milik Teman Main

Baca: Baiq Nuril Pernah Tulis Surat Minta Tolong Presiden, Begini Jawaban Jokowi

Baca: Dicibir Tetangga Karena Tak Kunjung Nikah, Polisi Ini Bunuh 56 Orang dan Lukai 35 Orang

Menurut laporan ABC, dia juga masuk ke sebuah kafe di pusat kota awal Oktober dan mengambil 500 dollar Australia atau Rp 5,3 juta.

Melansir The Australian, Rogers mendapat sanksi ketat dari pengadilan, termasuk agar menjauh dari kafe tersebut dan wajib lapor kepada polisi setiap hari.

Dia juga tidak akan memiliki akses terhadap dana yang telah dikumpulkan untuk dirinya, sekitar 145.000 dollar Australia atau Rp 1,5 miliar.

Setelah meninggalkan pengadilan, Rogers berjanji akan mengubah hidupnya, berhenti menggunakan narkoba, dan melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.

"Saya sedang bergejolak karena saya tahu orang-orang punya keyakinan pada saya," ucapnya.

Pengacara Rogers, Melinda Walker, mengatakan kliennya begitu tersentuh oleh kemurahan hati masyarakat, yang akhirnya membuat dia menyerahkan diri ke kantor polisi.

"Saya sudah mengenal pria ini selama 20 tahun. Dia tidak pernah menyerahkan diri ke polisi," tuturnya.

"Ini merupakan kesempatan unik dan luar biasa baginya untuk mendapat dukungan, mendapat rehabilitasi yang berarti," ujar Walker.

"Itulah yang diinginkan masyarakat ketika memberinya uang. Mereka memberinya kesempatan untuk mengubah hidupnya," imbuhnya. (*)

*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tunawisma Pahlawan dalam Serangan Melbourne Kini Diseret ke Pengadilan"

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved