TANJUNGPINANG TERKINI

Kota Tanjungpinang, Layak Disebut Sebagai Kota Pusaka Indonesia. Ini Penjelasan Wali Kota Syahrul

Kota Tanjungpinang memiliki banyak sejarah, terutama Pulau Penyengat yang merupakan tempat lahirnya Gurindam 12

Kota Tanjungpinang, Layak Disebut Sebagai Kota Pusaka Indonesia. Ini Penjelasan Wali Kota Syahrul
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Walikota Tanjungpinang, H Syahrul 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang tengah mengupayakan Kota Tanjungpinang sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia.

Hal ini disampaikan langsung Wali Kota Tanjungpinang Syahrul  dalam acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Rencana Perlindungan Pemanfaatan dan Pengembangan Kota Pusaka Tanjungpinang, Senin (19/10/2018) di Aula Hotel Pelangi.

Kota Tanjungpinang memiliki banyak sejarah, terutama Pulau Penyengat yang merupakan tempat lahirnya Gurindam 12 hingga menjadikan pulau tersebut sebagai pusat perkembangan ilmu dan sejarah.

Baca: Selama Operasi Zebra Seligi 2018, 14 Pengguna Jalan Tercatat Alami Kecelakaan di Batam

Baca: Permainan Biola Zafira Puan Adelin Pukau Pengunjung Jambore Anak Tanjungpinang 2018

Baca: Saat 50 Warga Antri Urus SKCK di Polsek Sagulung, Mendadak Listrik Padam. Ini Kata Warga

Baca: Kantor Bupati di Siantan Mendadak Lengang pada Senin Pagi, Ternyata Ini Penyebabnya

Maka dari itu Pulau Penyengat disebut sebagai Bunda Bangsa Indonesia karena lahirnya bahasa Melayu yang kemudian menjadi bahasa Indonesia alat pemersatu bangsa.

Tak hanya itu, Bangunan Masjid Agung Pulau Penyengat, Makam Pahlawan, Istana bekas peradaban kerajaan Johor Riau Lingga dan lainnya menjadi ciri khas pulau penyengat tersebut yang tidak akan pernah dijumpai dimanapun kecuali di Penyengat.

Kota Tanjungpinang juga menyimpan peninggalan Landmark Belanda.

Pada pertengahan abad ke 19 Gedung Daerah yang terdapat di tepi laut pernah menjadi kediaman Presiden Riau.

Kemudian juga terdapat sebuah benteng di Rumah Sakit Angkatan Laut bernama benteng putra mahkota yang mempunyai struktur bongkahan batu besar.

Tak hanya itu, di Kota Tanjungpinang tersimpan pula budaya Tionghoa yang dapat kita lihat di Senggarang.

Hal itulah yang melatarbelakangi gencarnya pemerintah Kota Tanjungpinang untuk membuat Kota ini sebagai Kota Pusaka.

"Saat ini di Indonesia sudah ada 52 Kota Pusaka, InsyaAllah mari bersama-sama kita wujudkan Kota Tanjungpinang sebagai kota Pusaka ke 53," ujar Syahrul.

Dalam diskusi ini nantinya dibentuk tim dan perencanaan program dipandu oleh para ahli Cagar Budaya dan Sejarah, yang diikuti oleh Tokoh Masyarakat, Stekholder dari Pemerintahan serta Instansi dan Komunitas pendukung lainnya. (tom)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved