Sidang Pembunuhan Janda di Tanjungpinang Ricuh, Kasat Sabhara Kena Pukul

Kasat Sabhara Polresta Tanjungpinang AKP Darwin pun tak urung juga kena sasaran pukulan nyasar dari keluarga korban.

Sidang Pembunuhan Janda di Tanjungpinang Ricuh, Kasat Sabhara Kena Pukul
tribunbatam.id
Kericuhan saat sidang di PN Tanjungpinang, Rabu (21/11/2018) 

TRIBUNBATAM.Id, TANJUNGPINANG - Sidang pembunuhan janda di Tanjungpinang bernama Supartini dengan terdakwa Nasrun berakhir ricuh, Rabu (21/11/2018). Massa berusaha mengejar dan memukuli terdakwa.

Karena situasi cukup ricuh, Kasat Sabhara Polresta Tanjungpinang AKP Darwin pun tak urung juga kena sasaran pukulan nyasar dari keluarga korban. 

Kericuhan terjadi setelah Ketua Majelis Hakim PN Tanjungpinang, Eduard Sihaloho mengetuk palu sidang untuk ditunda pekan depan.

Awalnya sidang berjalan lancar dan tertib. Proses persidangan kurang lebih berjalan satu jam setengah dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi. Ada sebanyak 6 orang saksi memberikan keterangan pada sidang kali ini.

Baca: Dipadati Pengunjung, Sidang Kasus Pembunuhan Supartini di PN Tanjungpinang

Baca: Polisi Serahkan Tersangka Pembunuhan Janda ke Kejaksaan. Ini Alat Bukti untuk Membunuh Supartini

Baca: Mayat Mengapung di Tanjungpinang. Polda Otopsi Mayat Supartini

Mereka adalah satu anggota Polisi, dua Anggota Basarnas dan tiga lainnya merupakan saudara kandung korban, (alm) Suparti.

"Jadi sidang kita tunda pekan depan dengan agenda saksi," kata Eduard Sihaloho seraya mengetukkan palu di meja sidang, Rabu (21/11/2018).

Setelah sidang ditutup, terdakwa Nasrun tampak berdiri dan segara menyalami majelis hakim serta juga jaksa.

Tak lama kemudian petugas Kejaksaan Negeri Tanjungpinang berdiri dan mendekati Nasrun untuk memasangkan borgol dan rompi tahanan.

Sidang kasus pembunuhan janda Supartini di PN Tanjungpinang dipadati pengunjung, Rabu (21/11/2018).
Sidang kasus pembunuhan janda Supartini di PN Tanjungpinang dipadati pengunjung, Rabu (21/11/2018). (TRIBUNBATAM.id/Wafa)

Saat itu ruang sidang memang cukup meluber karena dipenuhi oleh kehadiran keluarga besar korban, Suparti. Maka untuk mengeluarkan Nasrun dari ruang sidang, petugas kepolisian segera siaga menyiapkan jalan dan mengawal Nasrun di antara kerumunan pengunjung sidang itu.

Namun emosi dari keluarga korban tak terbendung. Luapan kekesalan dan emosi itu dilontarkan dengan makian kepada terdakwa.

Halaman
12
Penulis: Wahib Wafa
Editor: Purwoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved