BISNIS

Gandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan, OJK Luncurkan Produk Asuransi Perikanan

OJK bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada hari ini meluncurkan produk Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil.

Gandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan, OJK Luncurkan Produk Asuransi Perikanan
TRIBUNBATAM.id
ilustrasi budidaya ikan

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada hari ini meluncurkan produk Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil.

Produk Asuransi ini meliputi komoditas udang, bandeng, nila dan patin dimana produk asuransi budidaya ini adalah pertama kali di Indonesia.

Asuransi Budidaya ini telah dimulai sejak bulan Desember 2017 dengan dimulai komoditas udang. Asuransi Budidaya Udang pada tahun 2017 – 2018 memberikan perlindungan risiko kepada pembudidaya atas penyakit yang mengakibatkan matinya udang yang diasuransikan atau kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam sehingga menyebabkan kerusakan sarana pembudidaya mencapai lebih dari atau sama dengan 50 persen.

Baca: Ingin Seprai Putih di Rumah Selalu Awet? Hindari 5 Hal Ini

Baca: Keren, Hotel di Shanghai Tak Perlu Lagi Jasa Pelayan, Tamu Cukup Gunakan Smartphone

Baca: Terlihat Awet Muda! Inilah 5 Makanan Favorit Shah Rukh Khan

Pemerintah memberikan subsidi premi 100 persen untuk Asuransi Budidaya Udang ini.

Berdasarkan data statistik OJK, dari bulan Desember 2017 sampai dengan akhir bulan Oktober 2018, nilai premi untuk Asuransi Budidaya Udang adalah sebesar Rp 1,485 Miliar yang memberikan perlindungan luasan lahan sebesar 3.300 hektar dengan jumlah pembudidaya 2.004 orang.

Adapun nilai realisasi klaim selama periode Desember 2017 sampai dengan akhir bulan Oktober 2018 adalah sebesar Rp 400,6 juta dengan luasan lahan 80,13 hektar. Nilai rasio klaim yang relatif optimal tersebut seharusnya memberikan tambahan energi positif bagi Perusahaan Asuransi sehingga semakin gencar memasarkan dan mensosialisasikan produk asuransi budidaya tanpa subsidi premi dari Pemerintah.

Sedangkan untuk tahun 2018, adanya penambahan komoditas budidaya yang dilindungi sesuai dengan Program Strategis Pemerintah yang meliputi komoditas udang, bandeng, nila dan patin.

Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil memberikan perlindungan risiko kepada pembudidaya atas penyakit yang mengakibatkan matinya komoditas (udang, bandeng, nila dan patin) yang diasuransikan atau kegagalan usaha yang disebabkan oleh bencana alam sehingga menyebabkan kerusakan sarana pembudidaya mencapai lebih dari atau sama dengan 50 persen.

Baca: Judi Dadu di Jodoh Square Digerebek Polisi, 9 Orang Diringkus. Penghasilan Satu Hari Rp 5 Juta

Baca: Terbukti Cabuli Anak Tiri, Warga Galang Ini Dihukum 9 Tahun Penjara

Baca: Mantan Kadis PU Natuna Jadi Tesangka Korupsi Pembangunan Pasar, Begini Modus yang Dilakukan

Secara umum produk Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil ini tetap menerima subsidi premi 100 persen dari APBN dengan nilai premi mulai dari Rp90 ribu sampai dengan Rp 225 ribu per tahun sesuai dengan satuan luasan lahan budidaya.

Adapun jenis komoditas yang dilindungi adalah udang, patin, nila payau, nila tawar, bandeng, dan polikultur. Pembudidaya akan mendapatkan santunan apabila terjadi klaim dengan nilai maksimal per tahun mulai dari Rp1,5 juta sampai dengan Rp7,5 juta sesuai dengan satuan luasan lahan budidaya.

Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil pada tahun ini memberikan perlindungan kepada 6.914 orang pembudidaya dengan luasan lahan budidaya berjumlah 10.220,6 hektar dengan nilai premi subsidi APBN sebesar Rp2,987 Miliar.

Harapan OJK pada tahun 2019, Koasuransi ini juga mulai membesarkan dan memperluas jangkauan pemasaran produk asuransi tidak hanya yang disubsidi oleh APBN tetapi memberikan literasi dan meningkatkan inklusi masyarakat pembudidaya dengan meluncurkan produk asuransi perikanan tanpa subsidi APBN atau secara mandiri.(*/ane)

Penulis: Anne Maria
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved