Tanjungpinang Terkini

Korupsi Pasar Modern Natuna yang Melibatkan 9 Orang Siap Disidang. Ini Jumlah Kerugian Negara

Berkas proses penyidikan terhadap kasus korupsi pasar modern Natuna yang melibatkan 9 orang menjadi tersangka dinyatakan lengkap

Korupsi Pasar Modern Natuna yang Melibatkan 9 Orang Siap Disidang. Ini Jumlah Kerugian Negara
Istimewa
ilustrasi korupsi uang negara 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Berkas proses penyidikan terhadap kasus korupsi pasar modern Natuna yang melibatkan 9 orang menjadi tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri.

Hal itu disampaikan oleh Asisten Tindak Pidana khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Fery Tas. Ia menyebutkan bahwa berkas penyidikan oleh Polda Kepri lebih kurang 2 bulan ini telah diselesaikan dan dinyatakan lengkap.

Baca: Bupati Pakpak Bharat Ditangkap KPK. Istri Diselidiki Polda Sumut Terkait Korupsi Uang PKK

Baca: Cerita Kajari Natuna saat Memantau Proyek di Anambas, Hampir Digigit Ular Saat Turun ke Lapangan

Baca: Gagahnya Para Taruna dan Taruni AAL Saat Mendatangi Markas Lanal Ranai. Ini Agenda Mereka di Natuna

"Penyidik sudah melengkapi semua berkas yang kita butuhkan untuk proses penuntutan. Sudah lengkap semua sudah kita P21," ujar Fery Tas dikonfirmasi Tribunbatam.id, di kantor Pemko Tanjungpinang usai memberikan kegiatan pencerahan hukum kepada SKPD dan anggota Dewan DPRD kota Tanjungpinang, Kamis (22/11/2018) sore.

Setelah itu pihaknya akan segera melimpahkam berkas tersebut setelah pelimpahan tahap dua dan penyusunan dakwaan. Ia memperkirakan pada pertengahan bulan Desember Aisah bisa dilimpahkan ke PN Tanjungpinang.

"Kemungkinan pertengahan bulan Desember menunggu tahap dua dulu. Jaksa yang akan menyidangkan juga sudah inkra tuntut," kata Fery Tas lagi.

Sembilan tersangka akan disidangkan oleh 5 orang Jaksa. Para jaksa tersebut sudah diberi tugas untuk menyidangkan masing-masing tersangka nantinya. Jaksa tersebut diantaranya Sukamto, IG Punia, Doddy Emil Gazali, Ery Yudianto dan Deffid.

Sebelumnya tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri meneliti berkas 9 tersangka dugaan kasus korupsi proyek Pasar Modern Natuna yang telah menghabiskan anggaran APBD tahun 2015 senilai puluhan miliar lebih yang diungkap oleh Polda Kepri.

Dugaan kasus korupsi proyek pembangunan pasar modern Natuna ini bermula dari hasil temuan BPK yang mendapati adanya kelebihan bayar mencapai Rp 4.852.837.691 atau hampir Rp 5 miliar dari anggaran APBD Natuna tahun anggaran 2015 lalu sekitar Rp 36,5 miliar lebih.

Meski kelebihan pembayaran itu telah dikembalikan sebagian oleh pihak terkait yang tersandung kasus tersebut, namun masih tersisa sekitar Rp1,8 miliar lagi yang belum dikembalikan. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved