Anambas Terkini

Tower Misterius Berdiri di Dekat Rumah Sakit Lapangan. Kadis Kominfo Mendadak tak Bisa Dihubungi

Keberadaan Base Transceiver Station (BTS) 'misterius' yang berlokasi tidak jauh dari Rumah Sakit Lapangan (RSL) Palmatak

Tower Misterius Berdiri di Dekat Rumah Sakit Lapangan. Kadis Kominfo Mendadak tak Bisa Dihubungi
Tribunnewsbatam.com/Net
Ilustrasi tower 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Keberadaan Base Transceiver Station (BTS) 'misterius' yang berlokasi tidak jauh dari Rumah Sakit Lapangan (RSL) Palmatak di Desa Payaklaman Kecamatan Palmatak kembali menjadi sorotan.

Itu setelah bangunan yang terpasang plang Gedung Fasilitas Komunikasi Penerbangan (VHF-ER) Direktorat Jenderal Perhubungan Udara paska viral di bulan Oktober 2017 diketahui belum mengurus perizinan di daerah.

Baca: RS Mulia Bogor Diterjang Badai, Kaca Pecah dan Tower Ambruk. Adakah Korban?

Baca: Di Mekkah Bakal Dibangun 10 Tower dengan Nama Sunan, Ternyata Gunakan Hasil Karya Anak Batam

Baca: TERUNGKAP! Inilah Impian Hj Ainun Habibie Dibalik Pembangunan 11 Tower BJ Habibie di Batam

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas, Yunizar mengatakan, awalnya ada staff pekerja yang datang ke kantor OPD yang dipimpinnya dengan niat untuk mengurus perizinan di daerah. Dari situ, kemudian pihaknya memberikan blanko sebagai syarat untuk mengurus izin yang menjadi kewenangan daerah.

"Sejak saat kami berikan blanko itu, tidak datang-datang lagi. Kami berikan blanko untuk mendaftar sebagai salahsatu syarat untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB)," ujarnya Kamis (22/11/2018).

Ia menambahkan, kedatangan perwakilan pekerja yang diketahui merupakan orang yang dipercaya untuk menjaga bangunan itu pada tahun 2017, saat sorotan akan keberadaan BTS itu menyeruak ke publik.

Ia pun kurang mengetahui secara pasti ketika disinggung apakah bangunan pemerintah pusat, khususnya yang berkenaan dengan fungsi strategis memerlukan perizinan di tingkat daerah.

"Kami tidak tahu ini. Takutnya ada perubahan secara regulasi. Yang sudah-sudah, meski itu milik Pemerintah Pusat namun dari daerah mengeluarkan izinnya," bebernya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Kadiskominfotik Anambas, Japrizal. Nomor telepon yang semula aktif ketika dihubungi, belakangan tidak aktif ketika kembali coba dihubungi.

Keberadaan fasilitas yang letaknya tidak jauh dari Rumah Sakit Lapangan (RSL) Palmatak itu sebelumnya sempat menyita perhatian Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan Republik Indonesia sekitar bulan April 2018 kemarin.

Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam pun, diketahui pernah mengirimkan surat ke Diskominfo Kabupaten Anambas per tanggal 8 September 2017. Dari hasil pengecekan, balai monitoring tidak menemukan pemilik dengan koordinat itu.

Gedung Fasilitas Komunikasi Penerbangan (VHF-ER) merupakan gedung fasilitas komunikasi untuk mendukung operasional penerbangan.

Pemancar penerima sinyal serta tiang Antena yang cukup tinggi itu bertujuan agar menjangkau daerah yang luas sesuai kebutuhan selain untuk memenuhi kebutuhan pelayanan untuk keperluan penerbangan.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved