BATAM TERKINI

Udin Kritisi Pemko Sejumlah Proyek Tunda Bayar Tapi Anggaran Tak Terduga Bengkak Sampai Rp 55 Miliar

Menjelang akhir tahun dan memasuki 2019, beberapa proyek Pemerintah Kota (Pemko) Batam berhenti akibat tunda bayar.

Udin Kritisi Pemko Sejumlah Proyek Tunda Bayar Tapi Anggaran Tak Terduga Bengkak Sampai Rp 55 Miliar
tribunnewsbatam/ candra prasetia p
Udin P Sihaloho Sekretaris Komisi IV DPRD Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menjelang akhir tahun dan memasuki 2019, beberapa proyek Pemerintah Kota (Pemko) Batam berhenti akibat tunda bayar, ternyata dikarenakan perencanaan yang tidak matang. Proses lelang dilakukan pada Juni dan Juli, sehingga tidak mungkin terselesaikan dalam kurun waktu yang begitu cepat.

"Sebenarnya bukan karena tunda bayar. Tapi mulai dari penganggaran sampai pelelangan tak sesuai prosedur. Kita ketuk palu APBD 2018 di Akhir Desember, proses lelang sengaja di buat Juni dan Juli. Jangan heran sekarang banyak yang mangkrak dan gantung," ujar Anggota DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho, Kamis (22/11/2018).

Udin menilai hal ini bukan dari kesalahan pihak kontraktor, tetapi di Pemko Batam sendiri. Gegara tunda salur ini banyak kegiatan dinas lainnya yang tertunda seperti kesehatan, pendidikan, sosial, dan lainnya.

Fraksi PDI-P ini juga menyoroti peryataan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang menyebutkan tunda bayar tahun ini adalah hal yang wajar karena keterbatasan anggaran atau defisit. Padahal, target pendapatan yang sudah ditetapkan tahun ini hampir semuanya tercapai.

"Untuk pendapatan kita sebetulnya bisa lebih dimaksimalkan. Pertama tapping box kita terlambat prosesnya. Ketika KPK turun baru naik jadi 300. Nah 2019 mendatang menambah titik lagi jadi totalnya 500. Saya rasa masih terlalu sedikit. Saya rasa semua bank mau bekerja sama dengan Pemko," papar Udin.

Kalau tadinya defisit hanya terjadi 5 sampai 10 persen wajar. Tapi kalau sudah di atas, nafsu besar tenaga kurang. Pemko, kata dia, sengaja menyampaikan kondisi keuangan sedang defisit dan harus melakukan tunda bayar di tahun depan. Pengerjaan proyek yang sudah berjalan 90 persen, akan dilanjutkan di tahun 2019.

"Jika proyek sudah dikerjakan 100 persen, juga pembayaran dilakukan tahun depan juga. Ini memang disengaja oleh pemerintah, melambat-lambatkan pembayaran. Saya tak mengatakan defisit. Defisit itu sengaja dilakukan. Kalau misalnya masih 90 persen selesai, 10 persen masuk tunda bayar. Jika mereka mengerjakan full 100 persen mereka juga gak mau bayar 100 persen," kata Udin.

Baca: APBD Batam Diprediksi Defisit Rp 268 Miliar, Pembangunan Ruang Kelas Terancam Molor

Baca: Terungkap Alasannya! Pembiayaan APBD Batam 2018, Pemko Prioritaskan Pinjaman Dana Bergulir

Baca: Terkait APBD Batam, Gubernur Beri Tiga Catatan. Paling Penting Nomor Dua

Udin menambahkan Pemko Batam dinilai lebih mengutamakan program-program yang berbau politik seperti sembako murah dan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan melibatkan Calon Legislatif (Caleg) dalam pelaksanaannya di lapangan.

"Apalagi ini adalah tahun politik. Biaya tak terduga Rp 55 miliar dan anggaran hibah yang tinggi dan sebagainya," katanya.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengakui, ada beberapa proyek pekerjaan yang dihentikan jelang akhir tahun ini. Lantaran ketidakmampuan anggaran pemerintah. Namun beberapa lainnya tetap diteruskan. Umumnya yang tetap lanjut ini berkaitan dengan pekerjaan infrastruktur.

"Ada yang berhenti, ada pekerjaan yang diteruskan. Yang diteruskan ini, nanti dibahas lagi di APBD 2019 untuk belanja tunda bayar," kata Amsakar di Gedung DPRD Kota Batam. (rus)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Sihat Manalu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved