BINTAN TERKINI

Nelayan Bintan Keluhkan Syarat Urus Surat Pas Kecil, Nama Pembuat Kapal Wajib Diketahui

tukang alias pembuat kapal saat ini penting guna pengurusan pas baru maupun perpanjangan. Masalahnya adalah, banyak nelayan saat ini rata-rata mendapa

Nelayan Bintan Keluhkan Syarat Urus Surat Pas Kecil, Nama Pembuat Kapal Wajib Diketahui
TRIBUNBATAM.id
Sebanyak 500 lebih kapal atau pompong nelayan di Bintan 

TRIBUNBINTAN.COM, BINTAN-Peralihan kewenangan izin penerbitan pas kecil untuk kapal 1 - 7 GT dari Dinas Perhubungan ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) masih membuat bingung nelayan. Pasalnya, persayaratan dinilai terlalu kaku dan merepotkan.

Salah satu yang merepotkan adalah, ketentuan harus adanya nama tukang alias nama pembuat kapal dalam dokumen penerbitas pas keil.

"Macam mana caranya, hanya untuk mengurus pas kecil perlu juga mesti juga nama tukang yang buat kapal serta tanda tangannya dimasukan," kata Alin, nelayan Kawal, Jumat (23/11/2018).

Baca: Sampaikan Bantuan, Kapolsek Tanjungpinang Barat Ini Terharu Lihat Kondisi Aldi Lumpuh Sejak Lahir

Baca: Kampung Terih Batam Juara Favorit Anugerah Pesona Indonesia 2018. Makin Populer

Baca: Suami Jual Istri dan Adik Ipar di Batam, Inilah Keanehan Az

Jadi kata dia, keberadaan tukang alias pembuat kapal saat ini penting guna pengurusan pas baru maupun perpanjangan. Masalahnya adalah, banyak nelayan saat ini rata-rata mendapatkan kapal dari orang kedua alias kapal second. Sehingga mencari riyawat siapa nama pembuat kapal dari orang pertama cukup merepotkan.

"Masalahnya banyak nelayan beli kapal second, dari orang per orang, tidak langsung dari tukang. Jadi rata rata kesulitan mengurus pas ini tidak adanya surat dari tukang, dan surat tukang ini harus untuk mendapatkan rekom pas kecil," kata dia.

Surat Pas memang sangat penting bagi nelayan. Tanpa dokumen pas, nelayan kesulitan mendapatkan solar subsidi di Agen Premium Minyak Solar (APMS) yang ada. Inilah yang diduga sebab masih maraknya aksi pelansiran solar di SPBU belakangan. Solar itu dilansir dan dijual ke nelayan yang membuthkan solar subsidi.

Kepala Seksi Status Hukum Kapal dan Sertifikasi Kapal KSOP Kijang, Suharto, menyatakan, sebetulnya tak ada aturan yang sulit dari pengurusaan Pas. Justru malah mudah sekali kalau memang serius untuk diurus.

"Itu kan sangat mudah sekali malah. Cuma KTP, kemudian surat keterangan diketahui camat, kan diinternal nelayan bisa diurus sendiri. Mengenai keterangan tukang, tukang ada sih, tinggal cari orangnya. Minta sama tukangnya ukur kapal, panjang lebar tingginya biar lengkap," ujar Suharto.

"Kenapa kami perlu minta data ukuran kapal dari tukang, untuk mengetahui pasti berapa sih sebenarnya besarnya kapal, kan harus diukur kapalnya, gak bisa main nembak-nembak aja, kiro kiro, ah jangan kira kira aja. Sebab ini juga akan berkaitan dengan keselamatan berlayar," kata Suharto.

Khusus untuk peralatan keamanan atau safety berlayar wajib dipenuhi. Seperti harus adanya life jacket. Mengenai masih banyaknya kapal neelayan tidak menyediakan life jacket, Suharto menyarankan agar sebaiknya diadakan.

"Kan demi keselamatan di laut. Demi nelayan itu sendiri,"kata dia. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved