BATAM TERKINI

Lama Dikenal Sebagai Calo Tenaga Kerja di Mukakuning, Korban Minta Polisi Segera Amankan MS

Berprofesi sebagai calo, MS disebut tidak pernah bekerja di salah satu perusahaan yang menjadi perusahaan yang sering ditawarkan MS pada korbannya.

Lama Dikenal Sebagai Calo Tenaga Kerja di Mukakuning, Korban Minta Polisi Segera Amankan MS
dok banjarmasinpost
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - MS (30) yang diduga menipu puluhan pencaker ternyata sudah lama dikenal sejumlah pencaker sebagai calo yang bisa memasukkan pencaker bekerja di beberapa Perusahaan di Muka Kuning, Batam.

Hal ini di utarakan sejumlah sumber yang menjadi korban penipuan oleh MS yang saat ini dikabarkan sedang pulang kampung.

"Kalau Mbak Mel itu sudah lama kok dikenal sejumlah pencaker bisa memasukkan orang bekerja," kata para korban kepada Tribun, Sabtu (24/11/2018).

Sejumlah korban juga mengutarakan, bahwa MS ini, setahu mereka tidak pernah bekerja di salah satu perusahaan yang menjadi perusahaan yang sering ditawarkan MS kepada korbannya.

"Karena MS hanya sering menyampaikan kepada kami dia tidak bekerja di perusahaan yang ditujukannya seperti PT Epson dan Sumitomo ersebut, namun kenalannya ada di dalam, jadi bisa memasukkan kami sebagai pekerja di perusahaan di Batamindo itu,"ungkap para korban.

Baca: Diduga Tipu 40 Pencaker Muka Kuning, Polisi Bakal Jemput Paksa MS ke Palembang

Baca: Malam Nanti, Ari Lasso Meriahkan Sounsations di Lapangan Parkir Mall Botania 2 Batam

Baca: Hari Ini, Universitas Batam Wisuda 775 Mahasiswa dari Semua Jenjang Pendidikan

Sejumlah pencaker juga berharap pihak kepolisian segera bisa melacak dan mengamankan pelaku, sebab pikiran mereka selalu tertuju kepada masalah penipuan yang mereka sedang alami.

"Pikiran kami selalu kesana pak, bahkan mau tidur pun selalu kepikiran, karena kami sangat berharap pelaku bisa segera diamankan, dan uang kami bisa di kembalikan lagi," ujarnya.

"Sebab saat ini untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sudah susah, apalagi duit yang kami berikan itu juga ada yang hasil mengutang dari koperasi dan sisa tabungan kami,"ungkap Marieni bersama sejumlah korban penipuan lainya. (als)

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved