KARIMUN TERKINI

Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, Puluhan Pekerja PT MOS Dilarikan ke RSUD Karimun

Balon udara karet (Marine Rubber Airbag) di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, meledak pada Sabtu (15/11/2018)

Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, Puluhan Pekerja PT MOS Dilarikan ke RSUD Karimun
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Para pekerja PT MOS yang menjadi korban kecelakaan kerja saat berada di RSUD Muhammad Sani, Karimun 

Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, Puluhan Pekerja PT MOS Dilarikan ke RSUD Karimun

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Balon udara karet (Marine Rubber Airbag) di PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, meledak pada Sabtu (15/11/2018) sore.

Akibatnya puluhan pekerja menjadi korban dari balon yang berfungsi untuk memindahkan kapal dari galangan ke laut itu.

Baca: Kasus Plat Baja Jembatan Dompak Jalan di Tempat, Polisi Tunggu Bukti dan Fakta Tetapkan Tersangka

Tubuh para pekerja mengalami luka karena terkena serpihan pasir dan serbuk besi.

Ledakan yang terjadi cukup besar. Jarak antara para pekerja dengan balon sekitar puluhan meter saja. Bahkan sebuah kontainer tumbang karane ledakan tersebut.

Baca: ASN TNI-Polri Kota Batam Gelar Natal Bersama 7 Desember, Undang Artis Rohani Arvindo dari Jakarta

Sebanyak 23 pekerja yang menjadi korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun. Mereka mengalami luka di bagian wajah, tangan dan kaki.

"Ledakan cukup kuat. Posisi balon itu di bawah kapal. Pasir di bawah kapal mengenai para pekerja yang sedang absen pulang," kata seorang pekerja PT MOS di RSUD Muhammad Sani.

Baca: Nurdin : Jadilah Pemenang dalam Era Digital, Lulusan Uniba Harus Ciptakan Lapangan Kerja

Pekerja itu menduga, meletusnya balon karet tersebut karena terhimpit benda berupa tangga yang membuatnya bocor dan meledak.

"Katanya ada tangga yang lupa dipindahkan," ujarnya.

Kasus ini masih ditangani Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Karimun. Hingga Minggu (26/11/2018) sore belum diketahui penyebab pasti dari penyebab kecelakaan kerja tersebut.

"Biar diobati dulu sama perusahaan korban-korbnnya. Nanti kita panggil mereka semua," kata Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara singkat saat dikonfirmasi melalui ponselnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved