KARIMUN TERKINI

Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, PT MOS Pernah Sepakati Daftarkan Pekerja di Tahun 2017

sesuai dengan Undang-Undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS, setiap pekerja wajib diikuteertakan sebagai peserta BPJS oleh perusahaan.

Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, PT MOS Pernah Sepakati Daftarkan Pekerja di Tahun 2017
TRIBUNBATAM.id/ELHADIF PUTRA
Para pekerja PT MOS yang menjadi korban kecelakaan kerja saat berada di RSUD Muhammad Sani, Karimun 

Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, PT MOS Pernah Sepakati Daftarkan Pekerja di Tahun 2017

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Puluhan pekerja PT MOS yang menjadi korban kecelakaan kerja telah dipulangkan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani.

Meskipun pihak perusahaan menanggung biaya pengobatan para pekerja, namun ternyata diketahui sebanyak 12 diantaranya tidak diikutkan PT MOS sebagai peserta BPJS.

Penata Madya Pemasaran Keuangan dan TI Kantor BPJS Ketenagakerjaan Capem Tanjungbalai Karimun, Andy Syahputra menyampaikan sesuai dengan Undang-Undang No 24 tahun 2011 tentang BPJS, setiap pekerja wajib diikuteertakan sebagai peserta BPJS oleh perusahaan.

Baca: Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, Rafiq Instruksikan Disnaker Surati PT MOS

"Berdasarkan Undang-Undang, mau pekerja kontrak atau apapun, tiap perusahaan wajib mendaftarkan BPJS-nya. Tidak ada tenggang waktu mau berapa lama bekerjanya," terang Andy, Senin (26/11/2018).

Baca: Laka Kerja di PT MOS. Wakil Ketua DPRD Karimun, Bakti Lubis Segera Laporkan Manajemen ke Penyidik

Disebutkan Andy, PT MOS sendiri terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan. Namun ia tidak mengetahui jumlah pasti pekerja PT MOS yang telah didaftarkan sebagai peserta.

Terpisah Ketua Serikat Pekerja Aneka Industri-Feserasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPAI-FSPMI) Kabupaten Karimun, Muhammad Fajar menyampaikan permasalahan BPJS di PT MOS telah pernah dibahas.

Baca: Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, PT MOS Tidak Ikutkan Pekerja Sebagai Peserta BPJS

Bahkan disebutkan Fajar, telah ada kesepakatan PT MOS mengikutikan pekerjanya pada bulan November 2017.

"Tahun 2017 kita pernah sounding ke pengawas. Sudah ada kesepakatan MOS mengikutikan pekerjanya November 2017. Tapi walaupun sudah ada yang terdaftar namun itu hanya sebatas terdaftar. Tapi tanggungannya tidak dibayarkan," terang Fajar.

Baca: Balon Udara di Bawah Kapal Meledak, Puluhan Pekerja PT MOS Dilarikan ke RSUD Karimun

Menurut Fajar setiap pekerja wajib diikutsertakan oleh perusahaan sebagai anggota sebagai angggota BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Apabila ada pekerja yang melakukan pelanggaran, seperti masa kerja, maka itu hal tersebut dapat ditindak pihak perusahaan sesuai dengan kontrak kerja.

"Itu bukan alasan. Prinsipnya sejak zaman Jamsostek dulu, perusahaan wajib mengikutsertakan pekerjanya. Mau dia kerja berapa lama itu perushaan yang menindak sesuai dengan perjanjian kerja," tegasnya. (ayf)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved