VIDEO. Layanan Autis Batam, Orangtua Tak Ikuti Kegiatan Bakal Kena Skors Seminggu

Orangtua diminta berperan aktif untuk perkembangan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Orangtua diminta berperan aktif untuk perkembangan pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Layanan Autis Batam, Riniatun.

"Ada ketegasan untuk orangtua siswa-siswi di PLA ini, kalau mereka nggak mengikuti segala kegiatan di sini, maka saya skors satu minggu. Karena semua ini untuk perkembangan dan pertumbuhan anak berkebutuhan khusus disini," ujar Riniatun saat dikunjungi TRIBUNBATAM.id Senin (26/11/2018).

Salah satu pengajar fisioterapis, Intan memaparkan, sudah melalui proses magang selama masa perkuliahan sebelum mendidik anak berkebutuhan khusus.

"Saya kuliah dulu memang jurusan pendidikan luar biasa, jadi pernah magang. Sehingga tidak begitu kaget. Kalau nggak salah dulu semester genap sudah turun magang ke lapangan untuk langsung menangani anak berkebutuhan khusus," ujar wanita bergelar sarjana pendidikan tersebut.

Terlihat Intan, begitu sabar mendidik dan mengajari anak berkebutuhan khusus yang berada di dalam sebuah ruangan terapis di PLA Batam.

Baca: Tangannya Putus Ditebas Parang, Begini Pengakuan Imran Mahasiswa Korban Begal Sadis

Baca: Putri Jackie Chan Umumkan Pernikahan dengan Pasangan Lesbinya di Instagram

Baca: Pelaku Curanmor Dibekuk saat Transaksi Jual Motor Hasil Curian

Baca: Balita 2 Tahun Selamat Setelah Jatuh dari Lantai 11 Apartemen di Singapura

"Mendidik anak berkebutuhan khusus itu harus ekstra kesabaran dan penuh dengan ketegasan. Misalnya ketika si anak sedang tantrum kita harus sabar mendampingi dan tegas juga," ujarnya.

Selain itu untuk mendidik anak berkebutuhan khusus dibutuhkan instruksi yang lugas agar mudah dimengerti dan dicermati oleh si anak.

"Instruksi yang kita berikan untuk si anak, juga harus jelas dan singkat, supaya gampang di cerna. Biar sang anak cepet mudeng," katanya.

Sementara itu Kepala PLA Batam, Riniatun menjelaskan setiap anak berkebutuhan khusus mendapatkan waktu belajar selama 60 menit dalam satu hari.

"Jadi satu anak di sini mendapatkan waktu belajar 60 menit dengan terapis, jadi jelas memang peran orangtua juga sangat di butuhkan dalam perkembangan anak berkebutuhan khusus," katanya. (drs)

Penulis: Dewangga Rudi Serpara
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved