Banyak yang Tak Percaya, Negara Beli Sebagian Besar Saham Freeport, Ini kata Penjabat Inalum

Menurut Orias, realisasi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap negara untuk ikut mengelola tambang emas PT Freeport

Banyak yang Tak Percaya, Negara Beli Sebagian Besar Saham Freeport, Ini kata Penjabat Inalum
KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTO
Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011) 

TRIBUNBATAM.id, SURABAYA -   Pemerintah melalui induk holding BUMN pertambangan, PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero), sedang dalam proses divestasi 51 persen saham PT Freeport Indonesia.

Banyak yang tidak percaya bahwa negara benar-benar membeli saham tambang emas di Irian Jaya itu.

"Sebelumnya memang banyak yang tidak percaya negara akan membeli sebagian besar saham PT Freeport Indonesia, tapi itu benar-benar terjadi," kata Direktur Keuangan Holding PT Inalum Persero Orias Petrus Moedak seusai bertemu konsumen pada Senin (26/11/2018) malam di Surabaya.

Baca: Berhubungan dengan Pacar dengan Mata Tertutup dan Tangan Terikat, Ternyata Ada Pria Lain Ikut

Baca: Jurnalis Ditemukan Tewas dalam Drum, Polisi Kini Tetapkan 5 Tersangka. Dua Orang Masih Buron

Baca: BP Batam Berpromosi di Inaugural Investment Summit 2018

Baca: VIRAL di Malaysia, Ustadz Muda Negeri Jiran Ini Haramkan Tindakan Beli Follower Instagram

Menurut Orias, realisasi tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap negara untuk ikut mengelola tambang emas PT Freeport Indonesia cukup besar.

"Dan ini akan menjadi semangat kami untuk bekerja lebih baik," jelasnya.

Usai menghimpun dana obligasi sebesar Rp 58 triliun dari bank-bank dunia, saat ini proses divestasi PT Freeport Indonesia tinggal menunggu izin antitrust dari sejumlah negara seperti China, Korea, dan Filipina.

"Hari ini harusnya izin antitrust dari Filipina sudah turun, cuma saya belum dapat update-nya," terang Orias.

Izin antitrust, kata dia, memang memerlukan waktu, apalagi PT Freeport sedang dalam proses pemindahan kepemilikan.

Izin antitrust dibutuhkan untuk menjaga persaingan usaha antarnegara penghasil tembaga.

"Saya sangat yakin, izin antitrust dari negara-negara tersebut akan segera dikantongi karena izin tersebut untuk melengkapi administrasi saja. Saya yakin sebelum akhir tahun proses divestasi sudah selesai," tutupnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak yang Tak Percaya Negara Beli Sebagian Besar Saham Freeport" 
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved