BINTAN TERKINI

Guru SMP Ini Kaget Jadi Tersangka Saat Tertangkap Beli Solar Pakai Jeriken: Saya Tidak Mencuri

Ia membeli solar dengan jeriken untuk kerabatnya, karena tidak tahu bahwa hal tersebut melanggar hukum

Guru SMP Ini Kaget Jadi Tersangka Saat Tertangkap Beli Solar Pakai Jeriken: Saya Tidak Mencuri
Tribunbatam.id/Aminudin
Polisi menunjukkan mobil yang digunakan pelangsir solar untuk membeli solar di SPBU di Kabupaten Bintan. 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Satuan Reskrim Polres Bintan menetapkan para terperiksa kasus pelansiran solar di SPBU Km 25 Kijang Senin pekan lalu menjadi tersangka.

Mereka yakni K (48), N (62), AD (49), P (45), AA (48) dan Is (52).

Sebelumnya, kelima orang tersebut berstatus terperiksa dan dikenakan wajib lapor.

Baca: VIDEO Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Istri hingga Tewas Oleh Suaminya Sendiri

Baca: AS Roma vs Real Madrid vs - Lupakan Kekalahan dari Eibar, Ini Misi Madrid di Stadion Olimpico Roma

Baca: Bermodal Seragam Polisi dan Senjata Soft Gun, Pria Ini Ngaku Anak Jendral & Perdayai Sejumlah Wanita

Baca: Antisipasi Tindak Pidana Perdagangan Orang di Pinang, Ini Pesan Kapolres Tanjungpinang

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana mengatakan, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Bintan.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun keenam orang itu baru dikenakan wajib lapor.

"Wajib lapor Senin-Kamis," kata Yudha, Selasa (27/11/2018).

Salah satu tersangka, Is mengaku kaget mendengar dirinya menjadi tersangka.

Menurut dia, ia baru sebulan melakukan pelansiran solar di SPBU dengan model sistem titip jeriken.

Solar itu kemudian ia salurkan ke nelayan kerabatnya yang membutuhkan solar. 

Dalam ceritanya kepada Tribun sebelumnya, ia melakukan pengisian solar dengan jeriken karena tidak tahu bahwa hal tersebut melanggar hukum.

Selain itu, kegiatan itu juga dilakukan beberapa orang dan tidak ditindak. Sehingga ia pikir tidak ada masalah dengan itu. 

"Saya kaget. Saya merasa tidak mencuri. Saya mengambil solar tersebut dengan membeli,"kata Is.

Guru SMP di Kijang ini berharap ada keadilan terhadap dirinya dan berharap Dinas Pendidikan (Diskdik) Bintan, memberikan pendampingan hukum untuk kasus yang sedang ia alami.

"Saya berharap ada sedikit pendampingan,"kata dia. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved