Soal Penghapusan Pajak Sepeda Motor, Wapres Kalla Nilai Janji PKS Tak Realistis

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai janji PKS untuk menghapus pajak sepeda motor tidak realistis.

Soal Penghapusan Pajak Sepeda Motor, Wapres Kalla Nilai Janji PKS Tak Realistis
Screeshot/kompastv
Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla 

TRIBUNBATAM.id - Menanggapi Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzamil Yusuf terkait pengahapusan pajak kendaraan bermotor, Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai janji PKS untuk menghapus pajak sepeda motor tidak realistis.

Sebab hampir 50 persen pendapatan asli daerah (PAD) bersumber dari pajak kendaraan bermotor, salah satunya sepeda motor.

Bahkan, kata Kalla, ada daerah yang pajak kendaraan bermotornya menyumbang 60-70 persen PAD.

Baca: Ditlantas Akan Terapkan Tilang Elektronik, Langgar Lalu Lintas Kena Denda

Baca: Perdayai 44 Orang dan Rugikan Rp 90 Juta, Simak 7 Fakta Dugaan Penipuan Berkedok Calo Pencari Kerja

Baca: Hadiri Persidangan, Ahmad Dhani Bawa Kopi. Nyanyikan Lagu Queen Saat Berfoto di Kursi Terdakwa

Baca: BERAKHIR TRAGIS ! Dua Kali Pesan Sabu, Pesta Derby & SP Penuh Drama Penyiksaan Serta Hisapan Sabu

"Lebih dari 50 persen penghasilan daerah itu dari pajak kendaraan itu khususnya provinsi ya. Itu ada daerah malah 60-70 persen dari penghasilan asli daerah provinsi itu dari pajak kendaraan. Jadi kalau itu dihapuskan bayangin itu pemda itu bagaimana," kata Jusuf Kalla seperti dilansir Tribunbatam.id dari Kompas.com.

Kalla mengatakan, pajak sepeda motor juga kerap menjadi sumber dana perawatan jalan dan pembangunan fasilitas penunjang jalan seperti fly over di daerah.

"Makin banyak mobil, jalan diperbaiki, jalan diperlebar, harus bikin fly over, macam-macam harus dibuat untuk melayani sepeda motor atau mobil yang banyak ini. Jadi kalau dihilangkan bagaimana caranya membangun daerah," lanjut dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS Almuzzammil Yusuf mengungkapkan alasan PKS mencetuskan kebijakan penghapusan pajak kendaraan roda dua ber-CC kecil.

Menurut dia, kebijakan itu adalah bentuk insentif kepada para pemiliknya. Berdasarkan data yang diungkapkan PKS, sebagian besar pemilik sepeda motor adalah masyarakat menengah ke bawah.

Oleh karena itu, PKS ingin meringankan beban biaya hidup pemilik kendaraan motor.

Selain itu, mereka melihat bahwa sepeda motor sudah dijadikan sebagai alat produksi bagi publik.

Oleh karena itu, dengan penghapusan pajak sepeda motor, PKS menilai publik tidak perlu membuang waktu produktif mereka untuk mengurus hal-hal tersebut. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wapres Kalla Nilai Janji PKS soal Penghapusan Pajak Sepeda Motor Tak Realistis"

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved