BATAM TERKINI

Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu, Chen Meisheng Berteriak Tidak Terima

Empat tedakwa penyeludupan 1,6 ton sabu tidak terima dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Ka

Hakim Vonis Mati Empat Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu, Chen Meisheng Berteriak Tidak Terima
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO DA NUGROHO
Chen Meisheng salah satu tedakwa penyeludupan 1,6 ton sabu berteriak saat dimasukan ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Batam usai di vonis mati oleh Majelis Hakim. Kamis (29/11/2018) malam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- Empat tedakwa penyeludupan 1,6 ton sabu tidak terima dijatuhi hukuman mati oleh Majelis Hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (29/11/2018).

Empat terdakwa masing-masing China masing-masing Chen Hui, Chen Yi, Chen Meisheng, Dan Yao Yin Fa berteriak karena tidak terima vonis mati.

Bahkan saat dikawal keluar ke ruang sidang empat terdakwa yang merupakan WNA asal China itu terus berteiak hingga masuk ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Negeri Batam.

Sidang itu sendiri dipimpin Muhammad Chandra didampingi dua anggota Mejelis Hakim Redite Ika Septina dan Yona Lamerosaa Ketaren. Sementara Jaksa Rumondang Manurung dan Samsul Sitinjak bertindak sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca: Hingga Pukul 18.00 WIB, Sidang Putusan Terdakwa Penyeludupan 1,6 Ton Sabu Belum Digelar

"Masing-masing tedakwa terbukti melanggar primer pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dan subsider pasal 113 ayat 2 Jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 209 tentang narkotika, serta lebih subsider pasal 112 ayat 2 juncto pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika," kata Majelis Hakim yang bergantian membacakan amar putusa empat terdakwa tersebut.

Baca: Menunggu Vonis Pengadilan, Chen Terdakwa 1,6 Ton Sabu Sujud di Hadapan Majelis Hakim

Dalam amar putusan itu Majelis Hakim menyebutkan perbuatan keempat terdakdwa mengakibatkan nama negara Indonesia menjadi buruk citranya di dunia internasional. Seolah-olah Indonesia jadi lahan empuk peredaran narkotika.

"Selama persidangan, keempat terdakwa juga tak mengakui perbuatannya menyelundupkan atau membawa 1,6 ton sabu masuk ke Indonesia, serta keterangannya berbelit-belit kepada majelis hakim," kata Majelis Hakim.

Chen Meisheng satu dari empat terdakwa, berteriak usai Ketua Majelis hakim membacakan vonis mati untuk mereka. Dengan berkata-kata dalam bahasa China.

Aksi heroik terdakwa saat divonis mati, sempat membuat jaksa pengawal dan polisi kewalahan. Chen Meisheng menunjuk ke arah para hakim dan JPU.

Aksinya membuat Kasi Intel Kejari Batam Robi Harianto berteriak. ''Awas," katanya dengan nada tinggi seraya meminggirkan para awak media yang sempat meliput. Sikap Robi tidak lah marah. Melainkan sikap siap tagap atas aksi Chen Meisheng.

Lalu, Chen Meisheng digiring ke mobil tahanan. Meski di dalam mobil tahanan, Chen Meisheng masih berkata-kata. Hanya saja, wartawan belum tahu arti dari kata-katanya itu.(leo)

 

Penulis: Leo Halawa
Editor: Zabur Anjasfianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved